Wednesday, March 20, 2013

'Loveparade' Pesta Dansa yang Menuai Bencana





Sejak Tahun 1989 musik techno mulai digemari di Jerman. ‘Tecno Party'selalu diburu para Raver atau penggila Techno. Musik Disco klasik, R n B, Hip Hop nyaris tak terdengar lagi berganti dengan House, Ambient, Trance dll Dentuman musik yang memacu adrenalin dengan hentakan antara 140-230 BPM (Beat Per Minute) dan diiringi perangkat suara serta tata cahaya laser yang canggih membuat pesta techno jadi daya tarik tersendiri

Kata 'Techno' sendiri digunakan sejak tahun 1982 oleh warga Jerman bernama Andreas Tomalla, saat itu dia bekerja mensortir piringan hitam di Fankfurt Hauptbahnhof (stasiun kereta api Frankfurt). Setiap jenis musik yang diciptakan dengan bantuan program computer atau digital,  dia sebut dengan Techno. Akhirnya kata Techno terkenal hingga saat ini. Seiring dengan berjalannya waktu, penggemar musik techno meningkat semakin pesat sehingga ‘Techno Party' pun diadakan ditempat-tempat yg lebih besar dan luas misalnya hanggar pesawat, lapangan bola, pantai, alun-alun, taman kota, jalanan dipusat kota dan tempat luas lainnya.


Kemudian timbulah ide untuk mengadakan pesta dansa dijalanan pada siang hari sambil mengadakan pawai/parade dengan berbagai kostum unik dan diiringi musik Techno. Dengan mengusung tema cinta maka parade dansa pun dimulai.  ‘Loveparade' pertama diadakan tahun 1989 tapi dilaksanakannya di club di Berlin karena peminatnya masih sedikit. Baru pada tahun-tahun selanjutnya pesta techno itu diadakan di jalan raya di pusat kota Berlin. Diluar dugaan pesta Techno di jalanan ini peminatnya semakin lama semakin banyak dari hanya 150 orang tahun 1989 sampai mencapai 1,5 Juta orang saat ini. Tapi tahun 2010 ini Loveparade diadakan di Duisburg.

Sayangnya semakin seringnya  pesta Techno semakin marak juga penggunaan pil ekstasi. Diduga karena faktor narkoba juga yang membuat para techno mania seolah ketagihan dengan pesta-pesta Techno. Minuman Energi dan pil ekstasi seolah menu ‘wajib' para Raver karena tanpa itu, siapa yang tahan bergoyang semalaman dengan hentakan musik diatas 140 BPM. Akhirnya booming Techno diiringi juga oleh booming ekstasi dan minuman energi.


Faktor narkoba juga yang dicurigai penyebab tragedi di Duisburg pada Loveparade 2010. Karena Jika sudah dalam kondisi ‘on' maka kewaspadaanpun berkurang, dalam kondisi sadarpun berpawai dengan ratusan ribu massa adalah hal yang berbahaya apalagi jika harus melewati terowongan. 

Sungguh mengerikan efek yang terjadi, niat semula mau bersenang-senang apa daya nyawa melayang. 21 orang meninggal dalam tragedi parade cinta itu dan sekitar 350 orang terluka. Sampai saat ini penyebab utama musibah 'Loveparade' masih diselidiki. Akhirnya pemerintah Jerman memutuskan untuk menghentikan pesta Techno jalanan itu. Jika keputusan itu sudah mutlak maka ‘Loveparade' hanya tinggal kenangan