Sejak Tahun 1989 musik techno mulai digemari di Jerman. ‘Tecno
Party'selalu diburu para Raver atau penggila Techno. Musik Disco klasik, R n B,
Hip Hop nyaris tak terdengar lagi berganti dengan House, Ambient, Trance dll
Dentuman musik yang memacu adrenalin dengan hentakan antara 140-230 BPM (Beat
Per Minute) dan diiringi perangkat suara serta tata cahaya laser yang canggih
membuat pesta techno jadi daya tarik tersendiri
Kata 'Techno' sendiri digunakan sejak tahun 1982 oleh warga Jerman
bernama Andreas Tomalla, saat itu dia bekerja mensortir piringan hitam di
Fankfurt Hauptbahnhof (stasiun kereta api Frankfurt). Setiap jenis musik yang
diciptakan dengan bantuan program computer atau digital, dia sebut dengan
Techno. Akhirnya kata Techno terkenal hingga saat ini. Seiring dengan
berjalannya waktu, penggemar musik techno meningkat semakin pesat sehingga
‘Techno Party' pun diadakan ditempat-tempat yg lebih besar dan luas misalnya
hanggar pesawat, lapangan bola, pantai, alun-alun, taman kota, jalanan dipusat
kota dan tempat luas lainnya.
Kemudian timbulah ide untuk mengadakan pesta dansa dijalanan pada
siang hari sambil mengadakan pawai/parade dengan berbagai kostum unik dan
diiringi musik Techno. Dengan mengusung tema cinta maka parade dansa pun
dimulai. ‘Loveparade' pertama diadakan tahun 1989 tapi dilaksanakannya di
club di Berlin karena peminatnya masih sedikit. Baru pada tahun-tahun
selanjutnya pesta techno itu diadakan di jalan raya di pusat kota Berlin.
Diluar dugaan pesta Techno di jalanan ini peminatnya semakin lama semakin
banyak dari hanya 150 orang tahun 1989 sampai mencapai 1,5 Juta orang saat ini.
Tapi tahun 2010 ini Loveparade diadakan di Duisburg.
Sayangnya semakin seringnya pesta Techno semakin marak juga
penggunaan pil ekstasi. Diduga karena faktor narkoba juga yang membuat para
techno mania seolah ketagihan dengan pesta-pesta Techno. Minuman Energi dan pil
ekstasi seolah menu ‘wajib' para Raver karena tanpa itu, siapa yang tahan
bergoyang semalaman dengan hentakan musik diatas 140 BPM. Akhirnya booming
Techno diiringi juga oleh booming ekstasi dan minuman energi.
Faktor narkoba juga yang dicurigai penyebab tragedi di Duisburg
pada Loveparade 2010. Karena Jika sudah dalam kondisi ‘on' maka kewaspadaanpun
berkurang, dalam kondisi sadarpun berpawai dengan ratusan ribu massa adalah hal
yang berbahaya apalagi jika harus melewati terowongan.
Sungguh mengerikan efek yang terjadi,
niat semula mau bersenang-senang apa daya nyawa melayang. 21 orang meninggal
dalam tragedi parade cinta itu dan sekitar 350 orang terluka. Sampai saat ini
penyebab utama musibah 'Loveparade' masih diselidiki. Akhirnya pemerintah
Jerman memutuskan untuk menghentikan pesta Techno jalanan itu. Jika keputusan
itu sudah mutlak maka ‘Loveparade' hanya tinggal kenangan


