Friday, March 22, 2013

Tentara Amerika Siksa Tahanan Muslim Dengan Musik

26 February 2013 | 09:19Dibaca: 628   


Metallica foto collider.com
Pengakuan Penembak Osama Bin Laden


Pada tanggal 11 Februari 2013 lalu, seorang anggota NAVY SEAL yang tidak mau disebutkan identitasnya diwawancarai majalah Esquire Amerika. Pada intinya wawancara itu menceritakan pengalaman dia membunuh Osama Bin Laden. Yang menarik dalam wawancara itu dia bercerita bahwa tentara Amerika sering menyiksa tahanan dengan memutar musik Heavy metal dengan voulume sangat kencang selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Lagu-lagu dari band Metallica menjadi favorit para tentara untuk menyiksa para tahanan.
Ketika Metallica mendengar lagunya dipakai untuk menyiksa tahanan, mereka minta supaya para tentara tidak menggunakan lagu mereka lagi, lalu para tentara memutar lagu-lagu dari band Metalcore, Demon Hunter. Menurut dia, Demon Hunter sendiri yang menawarkan dan mengirimkan CD mereka ke markas militer di Guantanamo. Tapi baik Metallica maupun Demon Hunter membantah apa yang dikatakan tentara itu. Metallica tidak merasa melarang penggunaan lagu-lagunya dan Demon Hunter juga membantah pernah meminta para prajurit disana untuk memutar lagu mereka.
Terlepas dari kontroversi itu kasus penyiksaan tahanan dengan musik di penjara Irak, Afghanistan dan Guantanamo Bay ini sebenarnya sudah pernah terungkap pada tahun 2003. Pada saat itu dokumen rahasia CIA bocor dalam dokumen itu disebutkan metode penyiksaan yang dilakukan tim investigasi terhadap para tahanan diantaranya dengan cara memutar musik sangat keras yang dilakukan selama berjam-jam. Metode penyiksaan ini dijuluki No Touch Torture atau menyiksa tanpa menyentuh atau memukuli.


Waterboarding bentuk No touch torture foto theredphoenixapl.org
Seperti Apa Menyiksa Tanpa Menyentuh ini?
Pada Musim Dingin 2001 bagian Psikologi CIA unit SERE (Survival, Evasion, Resistance, Escape) mengembangkan metode interogasi  tanpa harus memukuli para tahanan. Pada musim panas 2002 Presiden AS, George Bush menyetujui metode spesial yang disebut No Touch Torture. Cara yang dilakukan diantaranya yaitu menempatkan tahanan di sel yang gelap dan dingin, membuat posisi badan yang tak nyaman (stress position), menutup kepala, membuat lampu berkelip kelip seperti kilatan blitz , mengguyur air dikepala tahanan dengan posisi tangan dan kaki terikat (waterboarding) dan memutar musik sangat keras selama berjam-jam bahkan berhari-hari.
September 2003 Letjen Ricardo Sanchez komandan militer di Irak menyetujui penggunaan musik untuk meyiksa sebagai tehnik interogasi yang diajarkan dalam SERE (Survival, Evasion, Resistance, Escape) para tentara Amerika juga digembleng dengan berbagai tehnik penyiksaan dengan maksud jika suatu saat dia tertangkap musuh, fisik dan mentalnya bisa bertahan menghadapi berbagai siksaan. Suzanne Cusick seorang professor dari Universitas New York spesialisasi bidang musik Eropa diabad 17, menjelaskan bahwa lagu bisa mempengaruhi kondisi psikis seseorang daripada suara bising tanpa syair dan irama, apalagi para tahanan itu sebagian besar muslim yang anti musik barat sehingga menyiksa dengan musik bisa lebih efektif memperburuk kondisi jiwa mereka.
13618772371401567418
Tahanan Guantanamo Bay foto Spiegel.de


Pengalaman Penyiksa dan Yang Disiksa Dengan Musik
Musik yang biasa dipakai untuk menyiksa biasanya dari jenis heavy metal dan death metal. Bahkan banyak tahanan yang sama sekali tidak pernah mendengar musik barat dengan mendengar musik yang kadarnya lebih ringan dari Heavy metal saja sudah membuat  mereka stress. jika music itu diputar selama 24 jam berulang-ulang maka otak dan badan mulai lemah, kekuatan berkurang dan kemauan hilang disaat kondisi sudah lemah itulah para petugas khusus yang mengiterogasi tahanan masuk dan mereka dengan mudah mendapat informasi yang diinginkan.
Seorang mantan petugas interogasi, Tony Lagouranis menulis buku tentang pengalaman dia menyiks tahanan. Toni menceritakan bahwa pada tahun 2004 mereka membuat ruang khusus di penjara Mosul Irak yang disebut Disco. Ruangan itu kecil dan gelap tapi diberi cahaya lampu berkedip-kedip seperti lampu kilat dan diputar music aliran Death Metal yang sangat keras selama berjam-jam.
Pada tahun 2005 seorang agen CIA bicara pada ABC News bahwa ketika para tahanan itu dipaksa untuk mendengar lagu Eminem, musik itu terasa sangat asing ditelinga mereka dan membuat mereka seolah hilang akal. Seorang tentara Amerika mengatakan bahwa dia sering memakai lagu Enter sandman Metallica dan Bodies Drowning Pool. Para tahanan yang sebagian besar orang-orang muslim yang tinggal didaerah pegunungan di Afghanistan, Pakistan dan Irak itu banyak yang tidak biasa atau tidak pernah mendengar music musik heavy metal sehingga mereka tak sanggup bertahan.


Stress position oleh dummy foto theatlantic.com

Ruhal Ahmed seorang mantan napi di Guantanamo Bay menceritakan pengalamannya disiksa dengan musik. Ahmed berkata bahwa dia bisa menahan segala jenis siksaan fisik dalam ruang interogasi tapi pada saat psikis yang disiksa, sulit baginya untuk bertahan. Sebelum diinterogasi biasanya para tahanan diikat dengan posisi stress (stress position) lalu diputar musik dengan volume tinggi. Ahmed saat itu merasa seperti gila karena harus mendengarkan musik keras selama berjam-jam dan diulang terus menerus, hal itu membuatnya tak bisa berpikir, susah tidur, tak bisa konsentrasi, berhalusinasi, stress dan pusing kepala.
Binyam Mohamed seorang warga Iggris yg ditahan di Gitmo (Guantanamo Bay) menceritakan bagaimana dia disiksa, para tentara itu mengikat tanganya dengan posisi stress (stress position) atau diikat biasa lalu menaruh headphone ditelinganya dan mereka memutar lagu hip hop atau rock sangat kencang serta diulang-ulang. Setiap malam setiap hari, dia tak mampu melepaskan headphone itu dia harus tidur dengan mendengarkan musik bahkan shalatpun tak bisa dilepas.
Reaksi Dari Para Musisi
David Gray pencipta lagu Babylon yang tahu bahwa lagunya dipakai untuk menyiksa tahanan menjelaskan bahwa setiap lagu jika digunakan secara salah bisa berakibat fatal bahkan lagu anak-anak sekalipun. Tak ada seorangpun yang tahan mendengar musik yang sama berulang ulang dengan tangan diborgol dalam ruangan gelap dan volume yang sangat keras mau musik heavy metal atau lagu anak-anak sekalipun semuanya akan menimbulkan efek yg buruk bagi mental dan fisik.
Tom Morello gitaris band Rage Against The Maschine marah ketika tahu lagu-lagu RATM dipakai untuk menyiksa tahanan, bersama para musisi lain seperti Pearl Jam, Nine Inch Nails, Massive Attack dll meminta pemerintah AS untuk menghentikan pemyiksaan dengan musik. Dia berkata bahwa ingin sekali menaruh George Bush kedalam sel yg gelap dan dingin lalu dia memutar lagu RATM sekeras mungkin biar Bush merasakan penderitaan itu. Dalam salah satu konsernya RATM memakai seragam tahanan  Guantanamo dan penutup kepala sebagai bentuk protes pada pemerintah Amerika
1361867631680272045
konser Rage Against The Maschine tahun 2008 foto guardian.co.uk


Referensi:
http://www.esquire.com/ The Man Who Killed Osama Bin Laden
http://www.spiegel.de/ Hoeren Mit Schmerzen
http://www.guardian.co.uk/ Welcome To The "Disco"