Friday, March 22, 2013

Saran untuk The Voice, Perbanyak Lagu Indonesia, Jual di iTunes

16 March 2013 | 08:01 Dibaca: 575

Sumber foto thevoiceindonesia.co.id

Sampai saat ini The Voice masih berada dalam tahap blind audition hingga episode ke 6 sejauh ini saya perhatikan sebagian peserta lebih suka menyanyikan lagu Barat daripada lagu Indonesia sebenarnya engga masalah sih tapi sejak ada iTunes store di Indonesia alangkah baiknya jika porsi untuk lagu Indonesia lebih banyak karena jika peserta The Voice bisa menyanyikan lagu Indonesia lebih bagus dari penyanyi aslinya, lagu itu bisa dijual di iTunes dan keuntungan yang didapat dari hasil penjualan itu tak hanya dinikmati para peserta juga oleh penyanyi asli dan pencipta lagunya dari hasil pembagian royalty lagu yang didaur ulang itu.

Bukankah itu sama-sama menguntungkan daripada menyanyikan lagu barat yang mungkin mengurus royaltynya lebih rumit dan butuh waktu lebih lama. Jadi The Voice tidak hanya sebagai ajang mengasah bakat dan mencari penyanyi terbaik tapi juga sudah mulai bisa menghasilkan uang bagi peserta tanpa harus menunggu jadi juara dan dapat kontrak rekaman, mereka sudah bisa meraih rejeki dari penjualan single di iTunes. Jika para peserta The voice lebih suka menyanyikan lagu Barat ya boleh saja asal urusan royalty untuk penyanyi aslinya ini engga sulit diurusnya jika mau dijual di iTunes.
Banyak penyanyi Indonesia yang suaranya luar biasa dan lagunya susah ditiru karena tingkat kesulitannya cukup tinggi misalnya Nicky Astria, Anggun, Vina Panduwinata dll Bisa menyanyikan lagu-lagu mereka sebagus aslinya itu hal yang mengagumkan. Ada juga beberapa peserta The Voice yang mampu menyanyikan lagu Indonesia lebih memukau dari aslinya, seandainya lagu itu dibuat versi studio dan dijual di iTunesmungkin lagu itu bisa sukses di pasaran.
Bukan berarti The Voice meniru langkah yang dilakukan X Factor yang menjual lagu para pesertanya di ITunes tapi selama apa yang ditiru itu bisa menguntungkan para peserta dan memberi warna baru dalam industry musik Indonesia khususnya industry musik digital, kenapa tidak?? Kita juga bisa meniru sukses Korea Selatan walaupun sebagian besar penyanyinya memakai bahasa asli mereka tapi lagunya bisa ngetop keseluruh dunia.
Apalagi penyanyi dan lagu Indonesia itu banyak yang bagus dan lagu mereka bisa dibuat daur ulang yang lebih megah. Saya harap pihak The Voice mau membuat lagu 50 Tahun Lagi Pritta, Bimbi Agseisa dan Cintaku Eik Montecarlo versi studionya dan dijual diiTunes seharga 5ribu sekali download mungkin banyak yang berminat membeli mengingat para peserta The Voice sudah mulai punya banyak penggemar di Youtube.