Friday, March 22, 2013

Industri Musik dari LP Hingga MP3


Jumat, 21 September 2012 | 07:08 WIB Dibaca: 218    


Bagi yang hidup dizaman digital bentuk piringan hitam biasa disebut Long Play (LP) atau vinyl itu terkesan berat, kuno dan tidak praktis. Walaupun jadul, vinyl punya tempat istimewa dihati pecinta musik karena kualitas suara dan nilai estetikanya. Sulit membedakan kualitas suara antara LP, kaset, CD dan MP3 tapi  menurut pendapat sebagian musisi kualitas suara LP paling baik diantara yang lain dan bentuknya yang besar membuat seniman bebas berkreasi menciptakan gambar atau foto yang dipajang sebagai sampulnya. Para kolektor atau penggemar barang kuno masih suka berburu LP apalagi jika disampulnya ada tanda tangan musisinya atau penyanyinya yang terkenal sudah meninggal biasanya harganya lebih mahal. Misalnya album LP John Lennon yang berjudul Double Fantasy terjual seharga USD 150.000 (Sekitar 1,4 Milyar) konon John Lennon menandatangani LP  itu 5 jam sebelum dia tewas ditembak.
Walaupun artistik namun bentuknya yang besar dan alat pemutar LP (Gramophone) yang berat membuat LP tidak praktis, bagaimanapun juga orang butuh sesuatu yang ringan dan praktis untuk  mendengarkan musik yang disukainya dimanapun dia berada. Keinginan penikmat musik itu terjawab ketika kaset pertama kali ditemukan tak lama kemudian demam kaset dan walkman melanda dunia menggusur LP. Tapi dominasi kaset akhirnya runtuh juga pada CD (compat disc) bentuknya yang lebih tipis dan ringan dibanding kaset membuat masyarakatpun jatuh cinta pada CD hingga keberadaan kaset berkurang dan LPpun semakin terlupakan. Tapi sebagian musisi terkenal sekarang masih memproduksi albumnya dalam bentuk LP untuk para kolektor, contohnya Coldplay, Kanye West dll.
Ketika LP, kaset dan CD merajai industri musik, mungkin kita pernah mendengar kehebatan para penyanyi atau band yang mampu menjual albumnya hingga ratusan juta keping keseluruh dunia. Hingga saat ini tercatat ada 8 musisi yang mampu menjual lebih dari 300 juta keping albumnya. Yaitu The Beatles, Elvis Presley, Michael Jackson, Madonna, Elton John, Led Zeppelin, Queen dan ABBA dan 7 musisi yang mampu menjual antara 200-299 juta keeping yaitu, Mariah Carey, Caline Dion, Pink Floyd, AC/DC, Whitney Houston, Rolling Stones, Bee Gees. Daftar lengkapnya bisa lihat disini List of best selling music artists
Tapi jika kita perhatikan dengan seksama daftar penjualan album itu, ternyata musisi yang muncul dan terkenal disaat internet dan MP3 sudah ditemukan hanya mampu menjual paling banyak antara 60-90 juta keeping CD saja diantaranya Lady Gaga (62 Juta), Rihanna (85 Juta), Taylor Swift (70 Juta) dan Adele (50 Juta). Terlihat ada penurunan drastis. Sangat sulit bagi penyanyi zaman sekarang untuk bisa memecahkan rekor para seniornya apalagi orang masih bisa download lagu-lagu mereka dari internet secara gratis.
MP3 sendiri ditemukan tahun 1994 tapi saat itu belum mampu menggeser dominasi CD baru sekitar tahun 2000 ketika internet berkembang pesat, perlahan tapi pasti MP3 mulai menggeser CD. Penjualan album CD menurun drastis dan para musisi akhirnya lebih suka menjual lagu perlagu (single) dalam bentuk MP3 di toko lagu online seperti iTUnes, Zune, Amazon dll untuk mengikuti perkembangan zaman.
Walupun industri musik sempat terpukul dengan keberadaan MP3 dan internet tapi saat ini nampaknya para musisi mulai bangkit dan mampu beradaptasi dengan situasi saat ini. Terbukti dengan keberhasilan Taylor Swift memecahkan rekor penjualan single MP3 lagunya We Are Never Ever Getting Back yang terjual  sebanyak 623.000 download diAmerika.
Untuk mengenang LP, Vinyl hingga MP3, website digitalmusic.com merilis grafik penjualan LP dan MP3 yang terekam selama 30 tahun terakhir (1980-2010). Dibawah ini slide fotonya (klik bagian bawah foto nanti muncul tanda panah untuk kefoto selanjutnya) ▼