Kamis, 11 Oktober 2012 | 13:50 WIB
Dibaca: 4855
Komentar: 68
28 bermanfaat
Sumber: Dede Yusuf Cagub Jabar dari Partai Demokrat Foto rimanews.com
Sekarang lagi musim orang bilang "terus gua harus bilang Wow gitu?" tapi waktu lihat bursa sementara calon Gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat periode mendatang, secara spontan saya bilang "waaaaww!" Entahlah saya merasa para calon ini tujuannya hanya mau menarik suara rakyat saja demi kepentingan partai atau dirinya sendiri tanpa mempedulikan layak tidak jadi pemimpin yang penting artis banyak fans dan karena popularitasnya diharapkan bisa menarik suara rakyat.
Selain Dede Yusuf yang sekarang dicalonkan jadi Gubernur, Gubernur Ahmad Heryawan yang mencalonkan diri untuk kedua kali, gosipnya akan dipasangkan dengan artis Dedi Mizwar sebagai wakil gubernur. Rieke Diah Pitaloka yang ngetop dipanggil Oneng juga akan dicalonkan jadi cagub atau cawagub. Bahkan Daday Hudaya calon independen dari Partai Demokrat menggandeng Dedi Dores (Penyanyi & pencipta lagu) untuk jadi wakil Gubernur. Walaupun Daday sudah mengundurkan diri dan membatalkan pencalonannya tapi Deddy Dores pantang mundur dia tetap akan mencalonkan diri untuk jadi Gubernur Jabar dari jalur partai karena sudah didukung 15 partai katanya (baca disini ► Klaim Didukung 15 Partai Deddy Dores Siap Maju Lagi di Jabar). Selain Dede Yusuf, Dedi Mizwar dan Deddy Dores artis yang masuk daftar para calon pemimpin Jabar itu adalah Rieke Diah Pitaloka, Desi Ratnasari, Tina Talisa, Primus Yustisio dan Rachel Maryam.

Sumber: Cagub Daday Hudaya dan Cawagub Dedi Dores SEBELUM mengundurkan diri foto merdeka.com
Tak terbayangkan sedikitpun dibenak saya punya Cagub dan cawagub artis-artis tersebut diatas. Memang tidak boleh artis jadi pemimpin? Ya boleh saja tapi bagaimanapun juga calon pemimpin itu harus bisa membawa daerah yang dipimpinnya kearah yang lebih baik dan lebih sejahtera. Bukan hanya memanfaatkan popularitas artis untuk menarik suara rakyat saja lalu setelah rakyat memilih, didepak dan tak dibutuhkan lagi, lupa dengan janji-janjinya.
Hanya karena menggandeng Dede Yusuf, PKS secara tak terduga menang di pemilikada lalu, sekarang semua partai nunjuk artis untuk jadi pemimpin. Padahal betapa pentingnya jabatan pemimpin ini apalagi propinsi Jawa Barat yang sarat dengan berbagai permasalahan rumit. Masyarakat Jabar butuh seorang pemimpin yang bersih, berani, tegas dan pintar untuk mengatasi semua permasalahan ini. Kalau Cuma mengandalkan popularitas saja untuk apa, hanya akan menyakiti hati rakyat saja.

Sumber: Rieke Diah Pitaloka calon dari PDIP foto merdeka.com
Jujur dulu saya pilih Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf bukan karena factor Dede Yusuf tapi dulu saya begitu terpesona dengan PKS, dulu saya berharap banyak pada PKS bisa merubah Jawa Barat kearah lebih baik. Masih nempel dalam ingatan saya bagaimana janji Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf jika nanti terpilih jadi gubernur dan wakil gubernur pada saat mereka masih kampanye pemilukada beberapa tahun lalu. Janjinya adalah menyediakan 1 juta lapangan pekerjaan. Itulah salah satu sebab dulu saya pilih pasangan ini. Tapi entah kenapa belum tuntas berduet dengan Achmad Heryawan, Dede Yusuf pindah partai dan sekarang mau mencalonkan diri jadi Gubernur Jawa Barat.
Beberapa tahun lalu partai favorit saya PAN dan Partai Demokrat karena saya begitu terpesona dengan Amien Rais dan reformasi. Dulu saya berharap banyak pada 2 partai ini sehingga saya pilih calon pemimpin dari 2 partai ini tapi akhirnya 2 partai ini sudah mengecewakan saya. Lalu saya beralih ke PKS tapi ternyata sama saja, mungkin harapan saya dulu terlalu tinggi pada mereka, saya berharap mereka bisa mengubah Indonesia dan khususnya Jawa Barat kearah lebih baik.
Semoga rakyat Jabar yang masih berminat memilih pada pemilukada nanti bisa memilih calon pemimpin yang berkualitas dan bisa mengemban amanat hati nurani rakyat, jangan hanya karena dia terkenal sebagai artis lalu dipilih yang penting kualitas bukan popularitas. Jangan calon ngasal yang hanya bikin kesal dan menyesal nantinya. Yang pasti sih 1 suara sudah hilang untuk pemilukada Jabar nanti. Lebih baik golput daripada pilih pemimpin yang ngga pas dihati...