Selasa, 18 September 2012 | 07:56 WIB
Dibaca: 437

Sumber: Youtube foto www.english.alarabiya.net
Walaupun sudah ada 4 korban jiwa orang Amerika dan pihak gedung putih sudah meminta pihak Google selaku pemilik resmi Youtube untuk menghapus film Innocence of Muslims tapi mereka berkeras menolak menghapus film itu dari Youtube dan hanya menyensor diberbagai negara seperti Mesir, Libya, Indonesia dll. Padahal film itu sudah menyakiti hati umat Islam dan menimbulkan gelombang demonstrasi dimana-mana sehingga situasi semakin memanas tapi Youtube tetap membiarkan film itu dengan alasan tidak menyalahi tata tertib dan aturan yang ada di Youtube.
Pihak Youtube tidak mau membatasi kebebasan orang untuk berekspresi dan menginterpretasikan sesuatu akhirnya film itu masih bisa diakses diberbagai negara. Memang video pertama Innocence of Muslims sudah diblokir dibeberapa negara tapi karena kebebasan yang diberikan Youtube akhirnya bermunculan video-video lain tentang film itu bahkan ada yang mengunggah seluruh film itu ke Youtube. Satu diblokir muncul yang lainnya dan bisa diakses pula dari Indonesia.
Benarkah film itu dibiarkan karena dianggap tidak menyalahi aturan Youtube? Entahlah tapi menurut saya bukan itu alasan utama Google berkeras pada pendiriannya. Seperti yang kita ketahui, pendiri Google adalah orang Yahudi. Saya berpendapat ini bukan berarti saya anti Yahudi tapi bukan rahasia lagi sejak dahulu kala ada segelintir orang Yahudi yang bercita-cita untuk menguasai dunia (baca ►The Protocols of the Elders of Zion) dengan cara menguasai hal-hal terpenting dalam kehidupan masyarakat yaitu ekonomi dan media massa (termasuk internet dan media sosial). Walaupun jumlahnya sedikit tapi kekuatan mereka sudah menggurita, kekompakan dan kepintaran mereka memang sungguh mengagumkan secara perlahan tapi pasti mereka berhasil menguasai perekonomian dan media massa.
Umat Islam hanya bisa melampiaskan kemarahan terhadap Zionis dan Amerika lewat demo dan kerusuhan. Apakah kita sebagai muslim hanya bisa demo didepan kedubes AS, membakar bendera dan merazia restoran cepat saji ala Amerika? Hal itu tidak akan berhasil karena dalam kehidupan sehari-haripun umat Islam seolah dikepung oleh produk Yahudi dan Amerika dari segala sisi.
Jujur sebagai umat Islam sayapun merasa perih, terhina, marah sekaligus tak berdaya melihat film tentang Islam dan nabi Muhammad dilecehkan sesuka hatinya. Tapi jika kita melihat sekeliling, pantas saja mereka berani melecehkan Islam karena umat Islam laksana buih dilautan saking banyaknya tapi terpecah-pecah sehingga lemah dan jadi sasaran empuk bagi orang-orang yang memerangi islam. Persatuan dan persaudaraan lemah tapi fanatisme masih kuat sehingga mudah dikelabui dan diadu domba. Pembuat film itu orang Kristen yang menghina Islam, jika Islam dan Kristen bertikai siapa yang diuntungkan dalam hal ini? Apakah ada agenda tersembunyi yang lebih besar dibalik semua ini?
Banyak kelompok Islam tersebar didunia ini lebih fokus pada melatih para mujahidin yang berani mati bahkan rela melakukan bom bunuh diri. Sebenarnya hal itu tidak begitu efektif meruntuhkan tembok pertahanan para musuh islam. Kepintaran harus diadu dengan kepintaran dan kekompakan harus dilawan dengan kekompakan. Contoh kepintaran vs kepintaran misalnya, kenapa para kelompok Islam itu tidak mempersiapkan prajurit non tempur yang sangat pintar dibidang IT sehingga muncul hacker muslim yang hebat jadi ketika ada film-film seperti itu diupload ke youtube mereka bisa menghack Youtube. Kita sering mendengar kasus hacker yang berhasil menjebol CIA, Pentagon, FBI, Twitter dll tapi para hacker itu jelas non muslim.
Kekompakan dilawan kekompakan misalnya, umat Islam itu kan banyak seandainya semua kompak dan bersatu memboikot Youtube apa yang terjadi? padahal banyak muslim pengguna Youtube. Bayangkan jika umat Islam kompak memboikot Youtube, mungkin sudah cukup efektif. Tentu saja hal itu hanya khayalan semata. Jangankan kompak memboikot Youtube. Negara-negara Islam penghasil minyakpun belum tentu mau bersatu memboikot hasil minyaknya pada Amerika. Padahal jika itu terjadi cukup ampuh membuat Amerika kelabakan. Tapi itu kan mustahil, Qatar, Bahrain, Kuwait sudah jadi anak emas Amerika, Arab Saudi sudah tunduk pada Amerika, Libya, Irak, Syria dan Mesir sudah diacak-acak. Iran memang berani tapi sebagian besar warganya penganut Syiah apakah mau Muslim Suni mendukung mereka?
Semoga film yang sangat menyakiti hati umat Islam itu menjadi cambuk dan titik balik pada umat Islam untuk mulai intropeksi dan membenahi diri dengan memperkuat persatuan Islam. Kepintaran, kekompakan dan persaudaraan yang kuat diantara sesama muslimlah yang akan merobohkan benteng pertahanan musuh bukan bom bunuh diri.