![]() |
| Nokia, sumber foto writewhat.com |
Nokia Corporation, perusahaan yang
memproduksi telepon seluler Nokia, dikabarkan akan memecat sekitar
10.000 pekerja dan mengurangi produksinya. Hingga akhir Maret 2012 Nokia
memiliki 53.553 pegawai (tidak termasuk pekerja hasil penggabungan
dengan Siemens). Jika digabung, “Nokia Siemens Network” memiliki 122.148
pekerja, turun 6.9 persen dari tahun sebelumnya. Selain mengurangi
karyawannya, Nokia akan menutup pabriknya di Finlandia, Jerman dan
Canada dan akan menjual hak produksi ponsel Lux Vertu pada perusahaan
swasta Swedia, EQT Partners AB dengan nilai transaksi 200 Juta Euro
(Sekitar 2,4 Trilyun Rupiah). Jika PHK akan dilakukan lagi tahun ini,
maka total karyawan yang telah di-PHK Nokia lebih dari 40 ribu orang.
Berbagai keputusan drastis dilakukan untuk mengatasi kerugian yang
dialami Nokia beberapa tahun terakhir ini dan Nokia membutuhkan sekitar 1
Milyar Euro (Rp 11,9 Trilyun) untuk biaya restrukturisasi perusahaanya.
Nokia mengalami kerugian lebih dari 70%
sejak Apple mengeluarkan iPhone pada tahun 2007. Untuk menghadapi Apple
dan berbagai smartphone lainnya terutama Samsung Android, Nokia
mengadopsi Microsof Windows phone dan mulai meninggalkan system operasi
symbian. Nokia mampu menjual sekitar 2 juta Lumia Smartphone dikuartal
pertama penjualannya sementara Apple sudah menjual lebih dari 35.1 Juta
iPhone. Stephen Elop yang menjadi CEO (pemimpin eksekutif perusahaan)
Nokia sejak tahun 2010 harus bekerja keras untuk menyelamatkan Nokia
dari kerugian dan berusaha mengatasi pesaing terberatnya Samsung yang
akhirnya berhasil mengalahkan Nokia dalam hal penjualan.
![]() |
| Kantor pusat Nokia di Finladia foto gadgetronica.com |
Nokia didirikan pada tahun 1865 tapi
saat itu perusahaanya hanya memproduksi pulp (bubur kayu) dan karet.
Pada tahun 1950an Nokia beralih menjadi perusahaan elektronik. Sejak
tahun 1970 Nokia mulai melakukan berbagai riset dan percobaan untuk
membuat telepon genggam. Baru pada awal 1981 Nokia berhasil meluncurkan
produk bernama Nordic Mobile Telephony (NMT). Yaitu
jaringan selular multinasional pertama di dunia dan mendapat sambutan
yang luar biasa. Pada awal tahun 1990-an, Nokia sempat mengalami krisis,
tetapi CEO saat itu, Jorma Ollila, memutuskan untuk memfokuskan Nokia
pada telepon seluler dan jaringan telepon. Hasilnya, telepon GSM pertama
kali di dunia muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian pasar telepon
seluler global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an
dan produk Nokia menjadi yang nomor satu.
Ponsel yang sangat digemari dan sempat
merajai pasaran di Indonesia sehingga mendapat ‘Handphone sejuta umat’
kini harus berjuang keras menghadapi sengitnya persaingan. Di Indonesia
sendiri pemakai ponsel Nokia kalangan menengah keatas banyak yang sudah
beralih merk dengan membeli smartphone seperti Blackberry, Samsung dan
iPhone sementara kalangan masyarakat biasa cenderung memilih ponsel Cina
dan buatan dalam negri yang juga agresif memasarkan produknya atau
membeli ponsel smatphone bekas. Tapi perjalanan panjang berliku yang
dialami Nokia sejak tahun 1865 sehingga menjadi salah satu perusahaan
ponsel terbesar didunia ini, bisa menjadikan Nokia lebih tangguh
menghadapi segala tantangan dan bangkit kembali menghadapi para
pesaingnya.
*Referensi: www.spiegel.de,
www.bloomberg.com,
www.hufftingtonpost.com,
www.wikipedia.org

