Friday, March 22, 2013

Nokia Bakal Pecat 10.000 Pekerjanya



Nokia, sumber foto writewhat.com

Nokia Corporation, perusahaan yang memproduksi telepon seluler Nokia, dikabarkan akan memecat sekitar 10.000 pekerja dan mengurangi produksinya. Hingga akhir Maret 2012 Nokia memiliki 53.553  pegawai (tidak termasuk pekerja hasil penggabungan dengan Siemens). Jika digabung, “Nokia Siemens Network” memiliki 122.148 pekerja, turun 6.9 persen dari tahun sebelumnya. Selain mengurangi karyawannya, Nokia akan menutup pabriknya di Finlandia, Jerman dan Canada dan akan menjual hak produksi ponsel Lux Vertu pada perusahaan swasta Swedia, EQT Partners AB dengan nilai transaksi 200 Juta Euro (Sekitar 2,4 Trilyun Rupiah). Jika PHK akan dilakukan lagi tahun ini, maka total karyawan yang telah di-PHK Nokia lebih dari 40 ribu orang. Berbagai keputusan drastis dilakukan untuk mengatasi kerugian yang dialami Nokia beberapa tahun terakhir ini dan Nokia membutuhkan sekitar 1 Milyar Euro (Rp 11,9 Trilyun) untuk biaya restrukturisasi perusahaanya.

Nokia mengalami kerugian lebih dari 70% sejak Apple mengeluarkan iPhone pada tahun 2007. Untuk menghadapi Apple dan berbagai smartphone lainnya terutama Samsung Android, Nokia mengadopsi Microsof Windows phone dan mulai meninggalkan system operasi symbian. Nokia mampu menjual sekitar 2 juta Lumia Smartphone dikuartal pertama penjualannya sementara Apple sudah menjual lebih dari 35.1 Juta iPhone. Stephen Elop yang menjadi CEO (pemimpin eksekutif perusahaan) Nokia sejak tahun 2010 harus bekerja keras untuk menyelamatkan Nokia dari kerugian dan berusaha mengatasi pesaing terberatnya Samsung yang akhirnya berhasil mengalahkan Nokia dalam hal penjualan.
Kantor pusat Nokia di Finladia foto gadgetronica.com

Sekilas Sejarah Nokia

Nokia didirikan pada tahun 1865 tapi saat itu perusahaanya hanya memproduksi pulp (bubur kayu) dan karet. Pada tahun 1950an Nokia beralih menjadi perusahaan elektronik. Sejak tahun 1970 Nokia mulai melakukan berbagai riset dan percobaan untuk membuat telepon genggam. Baru pada awal 1981 Nokia berhasil meluncurkan produk bernama Nordic Mobile Telephony (NMT). Yaitu jaringan selular multinasional pertama di dunia dan mendapat sambutan yang luar biasa. Pada awal tahun 1990-an, Nokia sempat mengalami krisis, tetapi CEO saat itu, Jorma Ollila, memutuskan untuk memfokuskan Nokia pada telepon seluler dan jaringan telepon. Hasilnya, telepon GSM pertama kali di dunia muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian pasar telepon seluler global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an dan produk Nokia menjadi yang nomor satu.

Ponsel yang sangat digemari dan sempat merajai pasaran di Indonesia sehingga mendapat ‘Handphone sejuta umat’ kini harus berjuang keras menghadapi sengitnya persaingan. Di Indonesia sendiri pemakai ponsel Nokia kalangan menengah keatas banyak yang sudah beralih merk dengan membeli smartphone seperti Blackberry, Samsung dan iPhone sementara kalangan masyarakat biasa cenderung memilih ponsel Cina dan buatan dalam negri yang juga agresif memasarkan produknya atau membeli ponsel smatphone bekas. Tapi perjalanan panjang berliku yang dialami Nokia sejak tahun 1865 sehingga menjadi salah satu perusahaan ponsel terbesar didunia ini, bisa menjadikan Nokia lebih tangguh menghadapi segala tantangan dan bangkit kembali menghadapi para pesaingnya.

*Referensi: www.spiegel.de, 
www.bloomberg.com, 
www.hufftingtonpost.com, 
www.wikipedia.org