Kamis, 31 Mei 2012 | 06:43 WIB
Dibaca: 626 
Tak terasa air mata menetes saat membaca berita tentang tewasnya 13 anak kecil dan 6 orang lainnya dalam kebakaran Villagio salah satu mall termewah di Qatar. Aku membayangkan betapa hancur perasaan orangtua dan keluarganya menerima berita tersebut . Termasuk korban yang meninggal adalah sikembar tiga, Lillie, Jackson dan Whisler yang baru berumur sekitar 2 tahun, orang tua mereka berasal dari Selandia Baru dan sudah 5 tahun bekerja di Qatar. Punya anak kembar tiga yang lucu adalah kebanggaan tersendiri bagi orang tua manapun, karena itu mereka dijuluki “The Sunshine of Our Lives” oleh orangtua mereka. Kini cahaya matahari itu sudah sirna meninggalkan trauma dan duka mendalam bagi orang tua mereka. Penyebab kebakaran hingga saat ini belum jelas dan masih diselidiki menurut beberapa sumber api berasal dari Gympanzee, tempat penitipan anak di mall tersebut. Kebakaran itu menewaskan 13 anak, 4 guru dan 2 petugas pemadam kebakaran yang berusaha menyelamatkan para korban. Para korban sebagian besar adalah warga negara asing yang berasal dari berbagai negara, diantaranya Selandia Baru, Jepang, Spanyol.
Banyaknya pekerja asing di Qatar memang sudah tidak aneh terutama para pekerja dibidang perminyakan, konstruksi dan pendidikan. Negara terkaya di dunia ini sudah lama menjadi ladang bagi para pekerja asing termasuk Indonesia untuk menuai rejeki disana. Tapi yang aneh adalah bagaimana mall semegah Villagio tidak memiliki system anti kebakaran yang memadai sehingga tragedy itu merenggut 19 nyawa. Banyak pertanyaan yang belum terjawab terutama kenapa air tidak menyembur otomatis ketika terjadi kebakaran? Kenapa tidak ada pintu darurat didekat dilokasi sumber api tersebut? menurut sumber berita anggota pemadam kebakaran bahkan tidak punya peta mall itu saat mencoba menyelamatkan para korban didalam mall tersebut.
[
Pikirankupun melayang mengenang Villagio yang menjadi mall favoritku ketika masih tinggal di Qatar. Mall ini memang nyaman untuk belanja atau sekedar nongkrong dan cuci mata. Villagio adalah mall yang unik karena mall itu hanya 1 lantai, tapi bangunannya sangat luas (Sekitar 130.000 m2), ada 220 toko (termasuk supermarket) yang menjual berbagai produk termasuk merk mahal dan terkenal, atap mall ditutup dengan lukisan langit biru dan awan putih jadi jika kita masuk kedalam mall seolah kita sedang berjalan dialam terbuka dibawah naungan langit biru yang cerah, udara yang sejuk dan aliran sungai berair jernih (didalam mall terdapat sungai/kanal buatan untuk para pengunjung yang ingin mengitari mall dengan gondola seperti di Venesia Italy) selain itu terdapat pula sarana untuk ice skating dan Ice hockey.
Menurutku, Mall ini merupakan cerminan obsesi orang Arab yang terbiasa tinggal di gurun pasir gersang untuk memiliki tempat yang sejuk dengan aliran sungai berair jernih, bisa bermain es dan salju pula. Dengan kekayaan yang melimpah, negara seperti Qatar mampu merealisasikan obsesi itu. Udara yang panas menyengat lenyap sudah ketika masuk kedalam mall. Bahkan mall ini termasuk dalam daftar mall termewah versi majalah Forbes. Tragedi ini tentu mencoreng nama Villagio Mall karena ternyata penampilannya yang wah tidak ditunjang dengan system pemadam kebakaran otomatis yang memadai jika terjadi kebakaran. Villagio Mall kini ditutup sementara sampai pemerintah Qatar menemukan penyebab tragedy ini.

Video kebakaran di Villagio dan sikembar 3 yang lagi lucu-lucunya ►http://youtu.be/MEEgzylFld4
Video Villagio Mall di Doha, Qatar ►http://youtu.be/nOxov5teZsw