Dibaca: 1355 
Tera Patrick
Setelah
bintang porno Jepang, kini giliran bintang porno Amerika Tera Patrick
yang diundang produser film Indonesia untuk membintangi film ‘Rintihan
Kuntilanak Perawan' hal itu membuat geram FPI (Front Pembela Islam)
dan protes terhadap LSF (Lembaga Sensor Film) yang meloloskan film itu.
Seperti yang diberitakan oleh Kompas
12 Oktober kemarin, Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Bin Umar
Alatas menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar aksi protes massa yang
terdiri dari ribuan orang ke Lembaga Sensor Film (LSF) jika film
tersebut sampai dirilis. FPI menolak kalau ada bintang porno yang main
dalam film di Indonesia dan akan melakukan aksi ribuan orang, massa FPI
untuk memprotes LSF kalau sampai dalam film itu ada adegan seksualnya.
Sejalan
dengan FPI, Ketua Bidang Dakwah Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Mustafa M Bong mengimbau masyarakat Indonesia agar memboikot film
tersebut karena berbau porno. Dan tidak terprovokasi cara pemasaran
produser KK Dheeraj dalam mendongkrak film produksinya dengan
menghadirkan bintang porno asal Amerika itu. Jika film semacam itu tak
diboikot, maka hal tersebut menurutnya bisa meninggalkan bahaya laten
dekadensi moral. Pernyataannya bisa dilihat disini
Sementara
itu pihak Produser yaitu KK Dheeraj dengan bangganya mengatakan bahwa
ide mengajak bintang porno asal Amerika Tera Patrick sebagai terobosan
baru ditengah lesunya industri film nasional. Hingga saat ini Dheeraj
mengaku akan setia menggarap film horor dengan bumbu seks. Ia tak
menyangkal, film-film ini lebih laku di pasaran dan menjanjikan untuk
balik modal. Selain Tera Patrick, artis Indonesia yang membintangi film
tersebut adalah Angel Lelga dan Catherine Wilson. Dalam film itu,
Angel Lelga digosipkan berani melakukan adegan panas di layar lebar
perdananya. Tapi dia berkilah melakukan adegan itu karena tantangan
skenario bukan karena honornya yang menggiurkan.
KK
Dheeraj produser rumah produksi K2K Production, mengaku bahwa dia
harus mengeluarkan miliaran rupiah untuk membayar Tera Patrick agar mau
membintangi film tersebut, beritanya bisa lihat disini
. Selain dibayar mahal hingga milyaran rupiah, pengawalan terhadap
bintang film porno Amerika itu sangat ketat karena takut didemo
masyarakat Indonesia. Produser itu menyewa 20 pengawal dari bandara
sampai di kamar hotel Tera. Dheeraj mengatakan, Tera kini sudah tidak
di Jakarta lagi dan tak akan hadir pada acara peluncuran Rintihan Kuntilanak Perawan, 14 Oktober 2010. Menurut produsernya, untuk bisa balik modal, film ini harus dilihat minimal oleh 800 ribu penonton.
Walaupun
produser ini orang India tapi nampaknya dia tidak belajar dari
keberhasilan berbagai film India yang selalu menjaga kesopanan dan
jarang sekali menampilkan adegan seks vulgar tapi bisa laris
dipasaran. Atau menyimak sukses berbagai film horror Asia seperti Ringu
(The Ring), Ju On (The Grudge), The Eye dll yang laris dipasaran bahkan
dibuat versi Hollywood yang juga sangat laris di dunia. Padahal baik
versi asli maupun versi Hollywoodnya juga sama sekali tidak
mengeksploitasi adegan seks. Semoga masyarakat Indonesia khususnya
generasi muda lebih bijak dalam memilih film mana yang layak
ditonton...
