Jumat, 8 Juni 2012 | 09:55 WIB
Dibaca: 927

Sumber: sumber foto www.phillyburbs.com
Waktu
pertama kenal Facebook, rasanya tiada hari tanpa FB, bangun tidur buka
FB, sambil makan buka FB bahkan tidurpun sambil pegang HP karena sambil
'Facebookan'. Apalagi ketika FB lagi "hot", sengaja beli Blackberry dan
iPhone (walaupun 2nd) maksudnya kalau update status di FB
ada tulisan "Send from my iPhone" atau "send via Blackberry" lengkap
dengan lambang apel dan Blackberry, biar keren gitu lho.
Kecenderungan
ingin tampil beda saat update status FB ini dimanfaatkan beberapa orang
kreatif dengan membuat aplikasi, jadi kalau kita ngetik pakai komputer
atau HP biasa, tampilan status di FB seakan terkirim via BB, iPhone,
iPad, Android dan berbagai status lucu lainnya seperti, send via
calculator, via Lady Gaga, HP pinjeman, via telepati, dll (lihat ► funny facebook ).
Tapi itu masa lalu, sekarang aktivitas di FB tidak seperti dulu lagi. 5 Alasan mulai bosan dengan FB adalah:
1.
Terlalu banyak group yang tidak jelas bahkan ada yang seperti
prostitusi terselubung dengan memuat foto sexy dan nama vulgar. Banyak
juga grup dakwah tapi malah menambah perpecahan saja karena setiap grup
merasa aliranya paling benar walau dari agama yang sama, sesama grup
Islam saja sering bertengkar di FB apalagi dengan agama lain.
2.
Terlalu banyak iklan dan aplikasi, sehingga "wall" kita penuh dengan
foto barang dagangan. Belum lagi undangan untuk main games atau kiriman
berbagai aplikasi misalnya ramalan, ulang tahun, kuis dll. Awalnya
memang menyenangkan tapi kalau terlalu banyak bosan juga menghapus atau
membalasnya.

3.
Terlalu banyak yang narsis dan update status lebay. Punya barang baru
pajang di FB, mau pergi lapor di FB, biar tambah eksis sebagian gabung
dengan foursquare, jadi dimanapun dia berada, statusnya ada di FB.
Bahkan mau shalat atau ibadah lapor ke FB, berdoa, mengeluh dan curhat
ke FB (kadang saya bingung ini media social atau tembok ratapan?)
4.
Terlalu banyak anak kecil (SD-SMP), mungkin karena banyaknya permainan
di FB atau biar dibilang 'anak gaul' jadi mereka rela 'menipu' tahun
lahir biar bisa eksis. Padahal banyak "predator" anak kecil berkeliaran
disana belum lagi sensor yang longgar sehingga mereka bisa lihat gambar
yang vulgar, masuk grup dewasa dan bermain "games" berbau judi. Walaupun
orang tuanya punya akun di FB, tapi tidak setiap saat bisa mengawasi
aktifitas anak-anaknya.
5. Jadi
Ajang selingkuh dan CLBK. Saat ketemu teman atau pacar lama di FB memang
menyenangkan tapi setelah euforia itu berakhir, semuanya sibuk dengan
dunia masing-masing. Yang parah jika ketemu mantan di FB tadinya "just
say hello" lalu sering chat akhirnya CLBK deh. Sebagian lagi tergoda
karena melihat banyak yang 'bening' di FB, awalnya cuma iseng kenalan
karena dibalas akhirnya keterusan.
Tentu
saja tidak semua orang merasakan apa yang saya alami tapi jika membaca
berita diberbagai media massa ternyata mulai banyak juga yang bosan
dengan FB bahkan menurut survey 34% sudah bosan dengan FB (beritanya ► bored-facebok ). Bahkan ada yang memprediksi bahwa Facebook hanya akan bertahan sampai tahun 2020 saja. (beritanya ► Facebook Diprediksi Bakal Tutup Tahun 2020 )
Para pendiri FB harus bekerja
keras agar FB tetap menarik dan tidak ditinggalkan penggunanya. Apalagi
twitter kini semakin disukai, waktu FB mengalami gangguan minggu lalu,
pengguna twitter memanfaatkan hal ini dengan membuat lelucon tentang
matinya FB sehingga "RIP Facebook" (Rest in Peace Facebook) menjadi
trending topic world wide di twitter. Jika tidak ada terobosan baru
bukan mustahil suatu saat R.I.P Facebook ini jadi kenyataan, terkubur
bersama Myspace dan Friendster.

Sumber: sumber foto www.memecenter.com