Thursday, March 21, 2013

5 Alasan Bosan Dengan Facebook

Jumat, 8 Juni 2012 | 09:55 WIB Dibaca: 927  
13391489871789026083
Sumber: sumber foto www.phillyburbs.com
Waktu pertama kenal Facebook, rasanya tiada hari tanpa FB, bangun tidur buka FB, sambil makan buka FB bahkan tidurpun  sambil pegang HP karena sambil 'Facebookan'. Apalagi ketika FB lagi "hot", sengaja beli Blackberry dan iPhone (walaupun 2nd) maksudnya kalau update status di FB ada tulisan "Send from my iPhone"  atau "send via Blackberry" lengkap dengan lambang apel dan Blackberry, biar keren gitu lho. 

Kecenderungan ingin tampil beda saat update status FB ini dimanfaatkan beberapa orang kreatif dengan membuat aplikasi, jadi kalau kita ngetik pakai komputer atau HP biasa, tampilan status di FB seakan terkirim via BB, iPhone, iPad, Android dan berbagai status lucu lainnya seperti, send via calculator, via Lady Gaga, HP pinjeman, via telepati, dll (lihat ► funny facebook ).  

Tapi itu masa lalu, sekarang aktivitas di FB tidak seperti dulu lagi. 5 Alasan mulai bosan dengan FB adalah:
1.  Terlalu banyak group yang tidak jelas bahkan ada yang seperti prostitusi terselubung dengan memuat foto sexy dan nama vulgar. Banyak juga grup dakwah tapi malah menambah perpecahan saja karena setiap grup merasa aliranya paling benar walau dari agama yang sama, sesama grup Islam saja sering bertengkar di FB apalagi dengan agama lain.

2.   Terlalu banyak iklan dan aplikasi, sehingga "wall" kita penuh dengan foto barang dagangan. Belum lagi undangan untuk main games atau kiriman berbagai aplikasi misalnya ramalan, ulang tahun, kuis dll. Awalnya memang menyenangkan tapi kalau terlalu banyak bosan juga menghapus atau membalasnya.

133914840997391382


3.   Terlalu banyak yang narsis dan update status lebay. Punya barang baru pajang di FB, mau pergi lapor di FB, biar tambah eksis sebagian gabung dengan foursquare, jadi dimanapun dia berada, statusnya ada di FB. Bahkan mau shalat atau ibadah lapor ke FB, berdoa, mengeluh dan curhat ke FB (kadang saya bingung ini media social atau tembok ratapan?)

4.   Terlalu banyak anak kecil (SD-SMP), mungkin karena banyaknya permainan di FB atau biar dibilang 'anak gaul' jadi mereka rela 'menipu' tahun lahir biar bisa eksis. Padahal banyak "predator" anak kecil berkeliaran disana belum lagi sensor yang longgar sehingga mereka bisa lihat gambar yang vulgar, masuk grup dewasa dan bermain "games" berbau judi. Walaupun orang tuanya punya akun di FB, tapi tidak setiap saat bisa mengawasi aktifitas anak-anaknya.

5.  Jadi Ajang selingkuh dan CLBK. Saat ketemu teman atau pacar lama di FB memang menyenangkan tapi setelah euforia itu berakhir, semuanya sibuk dengan dunia masing-masing. Yang parah jika ketemu mantan di FB tadinya "just say hello" lalu sering chat akhirnya CLBK deh. Sebagian lagi tergoda karena melihat banyak yang 'bening' di FB, awalnya cuma iseng kenalan karena dibalas akhirnya keterusan.

Tentu saja tidak semua orang merasakan apa yang saya alami tapi jika membaca berita diberbagai media massa ternyata mulai banyak juga yang bosan dengan FB bahkan menurut survey 34% sudah bosan dengan FB (beritanya ► bored-facebok ). Bahkan ada yang memprediksi bahwa Facebook hanya akan bertahan sampai tahun 2020 saja. (beritanya ► Facebook Diprediksi Bakal Tutup Tahun 2020 )

Para pendiri FB harus bekerja keras agar FB tetap menarik dan tidak ditinggalkan penggunanya. Apalagi twitter kini semakin disukai, waktu FB mengalami gangguan minggu lalu, pengguna twitter memanfaatkan hal ini dengan membuat lelucon tentang matinya FB sehingga "RIP Facebook" (Rest in Peace Facebook) menjadi trending topic world wide di twitter. Jika tidak ada terobosan baru bukan mustahil suatu saat R.I.P Facebook ini jadi kenyataan, terkubur bersama Myspace dan Friendster.

13391484861655591748
Sumber: sumber foto www.memecenter.com