Saturday, March 30, 2013

Yuna Zarai Go International Dengan Busana Muslim

Yuna Zarai foto venusbuzz.com

Yuna Zarai penyanyi asal Malaysia ini berhasil membuktikan bahwa jilbab bukan penghalang untuk go International didunia musik. Yuna adalah penyanyi dan penulis lagu yang berkiprah dijalur Indie. Dia mulai menulis lagu sejak umur 14 tahun dan mulai menyanyikan lagunya sendiri saat umur 19 tahun setelah dia belajar bermain gitar dia sering tampil dalam show akustik diberbagai acara di Malaysia.

Bakat Yuna itu menarik perhatian seorang produser rekaman Indie-Pop di Amerika. Mereka sengaja terbang ke Malaysia untuk berkerja sama dengan Yuna. Setelah itu Yuna menandatangani kontrak dengan Fader Label di New York bulan Februari 2011 lalu.

Pada 24 Januari 2012 debut singlenya Live Your Life dijual di iTunes lagu itu diproduseri oleh Pharell Williams yang pernah meraih Grammy Award. Pada 24 April 2012 album internasional Yuna dirilis dan berada diperingkat ke 23 di Pop Chart dan ke 86 Top Album di iTunes. 

Tidak hanya itu Yuna juga dipercaya untuk mengisi soundtrack film animasi terbaru The Croods yang saat ini merajai puncak Box Office dengan pemasukan 44 juta Dollar. Sukses film tersebut semakin melejitkan nama Yuna Zarai. Baca ulasan tentang The Croods disini

Penampilan yang sederhana dan gaya busana yang sopan tapi modis justru membuat Yuna jadi pusat perhatian karena tampil beda walau gaya berjilbabnya lebih modis dibandingkan saat Yuna masih di Malaysia tapi hal itu tidak mengurangi daya tarik Yuna. 

Dengan gaya busana seperti itu justru Yuna berhasil membuktikan pada dunia bahwa terjun diindustri hiburan tidak selalu harus tampil sexy, mengumbar aurat dan lebih Amerika dari orang Amerikanya sendiri. Go International tidak harus kehilangan identitas diri.

Kini selain Charice penyanyi asal Pilipina itu Yuna Zarai juga berhasil Go International keduanya berhasil memikat publik dunia karena bakat, suara dan kesederhanaannya.  Dibawah ini video soundtrack film The Croods Yuna duet dengan Owl City

Baru Dirilis, The Croods Jadi Film Terlaris di Box Office

Poster Film The Croods, sumber foto fanpop.com


Film animasi The Croods, yang berkisah tentang petualangan keluarga penghuni gua, menjadi film terlaris minggu ini dengan perolehan sekitar 44,7 juta dolar. The Croods menceritakan satu keluarga yang hidup pada zaman batu yang harus meninggalkan gua tempat bermukim mereka setelah gua tersebut hancur dan terpaksa mencari hunian baru. 

Film itu diciptakan oleh Dreamwork Animation (yang sukses menggarap film tiga dimensi komedi Shrek dan Madagascar)Secara internasional, penjualan tiket The Croods pekan lalu menghasilkan 108 juta dolar, dengan tambahan 63,3 juta dolar dari luar AS dan Kanada. Nicolas Cage mengisi suara tokoh ayah, sedangkan Emma Stone mengisi suara putrinya, si pemberontak.

Pembuatan film itu menghabiskan anggaran 130 juta dolar. The Croods berhasil menggeser juara box office Oz The Great and Powerful ke posisi tiga dengan pendapatan 22 juta dolar, sedangkan posisi kedua diisi Olympus Has Fallen, yang menceritakan kejatuhan Gedung Putih akibat serangan teroris dengan hasil penjualan tiket sebesar 30,5 juta dolar.

Di posisi keempat diduduki oleh film thriller The Call dengan pendapatan US$8,7 juta. Film ini dibintangi aktris peraih Oscar Halle Berry dan Abigail Breslin. Kemudian di posisi lima ditempati oleh film komedi Admission yang dibintangi Tina Fey dan Paul Rudd dengan pendapatan US$6,4 juta
 Dibawah ini trailer Film The Croods dan 10 film terlaris minggu ini



Weekend Box Office sumber foto boxofficemojo.com

Thursday, March 28, 2013

Sexy Nian Para Seleb Wanita Arab Ini

Myriam Fares foto myspace.com, Haifa Wehbe foto souwar.com, Alla Kushnir foto Allakushnir.com

Waktu saya tinggal di Qatar, ada 2 hal yang menarik yang saya alami, pertama disana internet ketat sekali kita sama sekali tidak bisa mengakses situs yang 'aneh-aneh' setiap mengetikan kata yang dianggap menjurus kearah pornografi pasti diblokir bahkan situs majalah Playboy saja tidak bisa diakses, benar-benar ketat. Siaran TV nasionalnya juga cukup ketat dan sopan, tapi lucunya sebagian besar orang bisa pasang TV kabel disana dan mereka bisa bebas menonton berbagai acara TV dari mancanegara.

Saya sendiri lebih suka nonton saluran TV kabel karena acaranya lebih variatif dan nyaris tanpa sensor. Berkat TV kabel Arab, saya jadi tahu kalau para selebriti wanita Arab banyak yang tampil super sexy. Misalnya penyanyi Haifa Wehbe, Myriam faris, Amar, penari perut Alla Kushnir, dll banyak deh dan para artis itu sungguh sexy apalagi sebagian besar wanita Arab punya bentuk tubuh yang indah dan sensual (kalau istilah gaulnya Toge Pasar, Julia Perez sih lewat). Tak hanya itu Arab juga ketularan acara cari bakat seperti Arab Idol, X Factor dan The Voice bahkan acara The voice lebih dulu Arab daripada Indonesia. Lihat ulasan tentang The voice Arab disini. Mau tahu sexynya para seleb Arab? lihat video klip Myriam Fares dibawah ini

 

Sebelum ke Qatar, bayangan saya selama ini wanita Arab itu misterius karena berbaju abaya hitam, berjilbab dan bercadar. Tapi saat lihat berbagai acara hiburan Arab di TV kabel, image saya tentang Arab sedikit berubah, mereka ternyata lebih modern dan berani tampil sexy walaupun di Qatar sendiri masih banyak wanita yang memakai abaya dan cadar. Biasanya para artis itu berasal dari beberapa Negara Arab yang lebih liberal seperti Lebanon, Maroko, Jordan dan UAE.  Lihat video Haifa Wehbe dibawah ini 



Penampilan mereka di TV atau divideo klip terkadang jauh lebih berani daripada artis Indonesia sendiri dan saluran TV itu sama sekali tidak menyensor atau menyuruh sang artis tampil lebih sopan kalau di TV Indonesia tidak mungkin bisa tampil seperti itu. Sungguh ironis disatu sisi Arab adalah Negara dengan mayoritas muslim tapi disisi lain penampilan para artisnya ternyata lebih sexy dan sensual apalagi para penari perutnya nampaknya sudah tidak risih mengumbar setiap lekuk tubuhnya. 

Tapi karena tari perut itu budaya kuno, sungguh sulit bagi bangsa Arab untuk menghapus tari perut sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Memang dilematis tapi terlepas dari factor agama, tari perut ini memang indah dan sensual. Dibawah ini video tari perut dari Alla kuhsnir (blasteran Arab dan Ukraina) seorang penari perut terkenal


Wednesday, March 27, 2013

Macklemore dan Ryan Lewis Musisi Indie Tersukses


Macklemore dan Ryan Lewis foto mail.com
Biasanya penyanyi rap menyanyikan lagu yang bertema glamour, pesta, wanita, kekayaan dll bahkan penampilan mereka diberbagai video klip dan show terlihat mahal dengan perhiasan mencolok disekujur tubuh terkadang gigipun dilapisi emas atau berlian tak hanya itu busana juga pakai produk bermerk dari ujung kepala sampai kaki. Ditengah pola penyanyi rap yang begitu-begitu saja tiba-tiba muncul rapper kulit putih, Macklemore dan rekannya Ryan Lewis yang menciptakan lagu tentang Thrift shop atau toko loak dan bagaimana bangganya dia beli barang loakan itu. 

Lagunya seolah menyindir gaya hidup para rapper yang gemar tampil mahal dan bling bling. Syairnya menceritakan dengan uang 20 Dollar dia bisa belanja di toko loak tak perlu bayar 50 Dollar hanya untuk 1 kaos cukup 0.99 Dollar sudah dapat barang bagus. Secara tak terduga Syair dan video tentang toko loak yang kocak itu ternyata sangat digemari masyarakat sehingga lagu Thrift Shop menjadi lagu terlaris saat ini, satu-satunya lagu rap terlaris sepanjang sejarah musik digital yang singlenya terjual lebih dari 4 juta download sejak dirilis 6 bulan lalu, meraih posisi kesatu di Billboard selama 20 minggu berturut-turut dan hingga saat ini videonya di Youtube dilihat sekitar 193 juta klik.

Prestasi yang dirain Macklemore dan Ryan Lewis itu tentu saja menggemparkan perusahaan rekaman (label) karena mereka adalah musisi Indie. Hingga saat ini nyaris tak ada musisi Indie yang lagunya sangat laris dan menguasai tangga kesatu Billboard selama bermingu-minggu. Sekitar 20 tahun lalu ada penyanyi Indie pop, Lisa loeb yang sukses didunia musik dengan lagunya Stay (I Miss you) tapi lagu Lisa hanya bertahan 1 minggu saja diposisi 1 Billboard.

Macklemore alias Ben Haggerty sudah mulai terjun didunia musik sejak awal tahun 2000 dia bekerja sama dengan Ryan Lewis. Mereka bertekad konsisten di jalur Indie setelah  Macklemore punya pengalaman buruk dengan label besar, kejengkelannya terhadap Label dia wujudkan dalam bentuk lagu berjudul Jimmy Lovine (Direktur label Interscope yang berhasil mengorbitkan rapper Eminem).

Sejak itu mereka berjuang keras jadi musisi indie, Macklemore bilang lebih baik jadi musisi kelaparan daripada sukses tapi diperbudak label. Rupanya kegigihan dan kesabaran Macklemore dan Ryan Lewis berbuah manis ketika lagu Thrift Shop menghebohkan industry musik khususnya genre Hip hop. Kini nama mereka terkenal walau harus berjuang selama 12 tahun untuk mewujudkan impiannya menjadi musisi Indie yang sukses di industry musik dunia.

Sukses Maklemore dan Ryan Lewis ini bisa menginsipirasi para musisi Indie untuk tidak putus asa dan terus berkarya walau tidak dilirik label besar, apalagi di era musik digital ini, kesempatan lebih terbuka bagi musisi Indie untuk mempromosikan musiknya sendiri selama ada Youtube dan toko musik digital online macam iTunes. Dengan lagu bagus, kerja keras, ketekunan dan sedikit keberuntungan bukan tidak mungkin bisa meraih popularitas didunia musik.

Dibawah ini video Thrift Shop dari Maklemore dan Ryan Lewis

Monday, March 25, 2013

Babak I The Battle (The Voice), Lince dan Saenab Harus Pulang.



Babak The BattleI,  foto thevoiceindonesia.co.id


Babak The Battle pada acara The Voice adalah babak yang paling menarik sekaligus menegangkan karena kedua peserta harus berduet menyanyikan lagu yang diaransemen ulang dengan improvisasi dari masing-masing peserta. Dibabak ini akan terlihat mana peserta yang ‘kebanting’ oleh peserta lain. Tapi yang sulit jika kedua peserta tampil sangat baik maka para juri juga pemirsa tentu susah menentukan siapa yang harus pulang. Seperti Minggu malam ketika battle antara Dian vs Lince dan Eik Mntecarlo vs Saenab mereka tampil prima dan mempesona sehingga sulit memilih yang terbaik. 

Pada saat battle Dian vs Lince  ketiga juri pilih Lince tapi Armand sebagai coach milih Dian, mungkin karena Dian punya nilai lebih dengan kpiawaiannya main harmonica, yang pasti penampilan kedua lady Rocker itu benar-benar membuat suasana The Voicemeriah dan mengobati kerinduan pada lagu Rock yang semakin lama makin tenggelam karena tergerus oleh musik Melayu dan KPop. Dibawah ini video penampilan Dian versus Lince


Pilihan yang sulit juga terjadi saat Eik Montecarlo lawan Saenab. Keduanya tampil mempesona. Armand dan Giring pilih Zaenab, sementara Sherina pilih Eik Montecarlo. Saya sempat menahan napas saat menunggu Glenn harus memilih diantaranya keduanya hati kecil saya pilih Eik karena dari sejak blind audition Eik adalah salah satu peserta favorit saya tapi melihat penampilan Saenab minggu malam yang luar biasa sungguh berat bagi Eik untuk mengalahkan Saenab. Akhirnya Glenn pilih Eik walaupun ternyata keputusan Glenn itu mengecewakan banyak orang karena jika lihat komentar di Youtube, sebagian besar lebih piih Saenab daripada Eik dan Glenn dianggap  membuat keputusan yang salah. Lihat video duet Eik vs Saenab dibawah ini



Peserta yang tampil agak mengecewakan di babak the battle adalah Eka Asmini entah kenapa dia tak seperti yang diharapkan sebelumnya. Pada saat blind audition,Eka berhasil membuat kursi keempat juri berputar sayang Eka harus pulang. Babak The battle ini baru episode pertama tapi semakin membuat penasaran karena peserta favorit seperti Leona, Alfatah, Pritta Kartika, Yunita Rachman, Belia, Saptoto belum muncul. 

Tapi waktu lihat cuplikan video tentang babak the battle ini, saya pikir Glenn tega juga masang Yunita Rachman vs Tiara karena keduanya bagus banget, sayang sekali jika diawal acara ini salah satu diantara mereka harus pulang padahal keduanya berpotensi menarik minat penonton karena penggemar mereka di Youtube sudah banyak… Siapakah yang bakal pulang minggu depan Yunita atau Tiara???

Friday, March 22, 2013

Ternyata Pabrik Lamborghini Pernah Dibeli Tommy Soeharto

17 March 2013 | 23:31 Dibaca: 1851

Lamborghini Diablo 1995 diproduksi saat pabrik ini dimiliki Tommy Soeharto foto photographthis.com
Sebagian masyarakat Indonesia mungkin sudah tahu kalau Tommy pernah beli pabrik mobil Lamborghini tapi saya baru tahu lho maklum tahun 90an saya lagi merantau jadi engga pernah ngikuti berita dari tanah air apalagi internet belum ada. Jika sebelumnya saya terpana dengan harga Lamborghini Veneno ini sekarang saya ternganga begitu tahu Tommy Soeharto mampu beli salah satu pabrik mobil bergengsi dan legendaries ini. Menurut beberapa sumber Tommy membeli saham Lamborghini pada tahun 1994 sebesar USD 40 Juta, luar biasa tahun 1994 sudah punya duit sebanyak itu. Baca beritanya disini dan disini
Bagaimana kisahnya sampai pabrik Lamborghini dibeli Tommy?
Perusahaan Lamborghini didirikan oleh Ferruccio Lamborghini pada tahun 1963. Model pertama diproduksi tahun 1964. Setelah beberapa dekade, masa sulit menimpa perusahaan di pertengahan tahun 1970-an, seperti penjualan anjlok karena krisis moneter dunia 1973 dan krisis minyak. Setelah melewati masa kebangkrutan dan tiga kali perubahan kepemilikan, Lamborghini menjadi anak perusahaan dari Chrysler pada tahun 1987. Kegagalan Lamborghini terus berlanjut sampai tahun 1994 akhirnya Chrysler menyerah.
Chrysler menjual Lamborghini dan pembelinya adalah MegaTech perusahaan ini terdaftar di Bermuda milik konglomerasi SEDTCO Pty yang dimanajeri oleh Setiawan Djodi dan Tommy Soeharto. Setelah MegaTech membeli Lamborghini dari Chrysler pada saat itu penjualan Lamborghini mulai bagus tapi tahun 1995 Tommy melakukan restrukturisasi dan dia menguasai 60% saham dan perusahaan Malaysia MyCom Bhd 40%. Tahun 1996 perusahaan itu merekrut Vittorio untuk memimpin Lamborghini, dia punya pengalaman 40 Tahun di pabrik mobil Fiat ternyata dia berhasil menjual 209 Lamborghini Diablo hingga perusahaan itu mencapai break event points.
Tahun 1997 Indonesia dilanda krisis ekonomi yang hebat. Tommy terpaksa harus menjual lagi pabrik Lamborghini itu tahun 1998 dan pembelinya adalah perusahaan mobil Audi milik Jerman. Konon Audi membeli Lamborghini dari Tommy sekitar £80 Juta (atau $117 Juta). Seingat saya kurs dollar saat itu tinggi bahkan sempat mencapai lebih dari Rp 10.000 / 1 Dollar. Berarti transaksinya untung besar dong yaa, seandainya Indonesia engga dilanda krismon dan seandainya Soeharto engga dilengserkan mungkin Lamborghini sudah bikin pabrik dan produksi mobilnya di Indonesia...

Lamborghini Veneno Mobil Termahal di Dunia 2013

16 March 2013 | 15:53 Dibaca: 1956

Lamborghini Veneno foto Autoblog.com

Rekor mobil termahal didunia yang beberapa tahun terakhir ini dipegang oleh Bugatti Veyron seharga 2,6 Juta Dollar atau sekitar 24 Milyar akhirnya terpecahkan ketika Lamborghini veneno dinobatkan sebagai mobil termahal didunia dengan harga sekitar 4 Juta Dollar atau Rp 38 Milyar. Lihat daftar mobil termahal 2012 > disini
Mobil yang menjadi pusat perhatian di pameran mobil internasional di Jenewa tanggal 4 Maret lalu diproduksi hanya 3 mobil saja dan ketiganya sudah laku terjual bahkan 2 orang pembeli konon sudah memesan mobil itu sejak lama ketika mengetahui Lamborghini berniat membuat mobil tercepat, teringan dan termahal. Siapakah pembeli mobil ini? mereka adalah, Antoine Dominic seorang kolektor mobil mahal dan juga pengusaha otomotif dari Long Island dan Kris Singh seorang manajer Tequesta Investsments di Florida keduanya dari Amerika, sementara yang satu lagi pembeli dari Timur Tengah yang identitasnya dirahasiakan.
Lamborghini Veneno diproduksi dalam rangka merayakan ulang tahun yang ke 50 perusahaan otomotif Lamborghini. Kata Veneno berasal dari nama seekor banteng aduan paling tangguh dan agresif sepanjang sejarah. Namanya menjadi popular karena terluka para saat melawan matador José Sánchez Rodríguez di arena Sanlúcar de Barrameda, Andalusia, pada 1914. Veneno juga bisa berarti racun dalam bahasa Spanyol.
Mobil super ini menggunakan sasis dari Aventador, mesin berkapasitas 6.5 liter V12 mampu mengeluarkan tenaga 750hp dengan transmisi manual 7 percepatan dan sanggup berlari dari 0-100 km per jam di bawah 3 detik, tepatnya 2,8 detik. Sementara kecepatan maksimumnya mencapai 355 km per jam. Venone menggunakan bahan CFRP (carbon-fiber-reinforced-polymer) pada bodinya tujuannya tidak lain untuk mengurangi bobot kendaraan.
Desainnya fokus kepada aerodinamika optimal dan kestabilan saat menikung, sehingga memberikan pengalaman dinamis dari prototype mobil balap meski didesain sebagai mobil jalan raya. Kalau dilihat dari segi desain, Bugatti Veyron lebih elegan sementara Lamborghini terkesan Sangar tapi  strip disisi mobil yang melambangkan bendera Italy itu agak mengurangi keindahan tampilan Lamborghini. Tanpa bendera sebagian besar orang sudah tahu koq Lambo buatan Italy. Tapi tahukah anda bahwa pabrik Lamborghini pernah dibeli Tommy Soeharto? Ulasannya klik disini
Lihat video penampakan lebih detail Lamborghini Veneno dibawah ini

Saran untuk The Voice, Perbanyak Lagu Indonesia, Jual di iTunes

16 March 2013 | 08:01 Dibaca: 575

Sumber foto thevoiceindonesia.co.id

Sampai saat ini The Voice masih berada dalam tahap blind audition hingga episode ke 6 sejauh ini saya perhatikan sebagian peserta lebih suka menyanyikan lagu Barat daripada lagu Indonesia sebenarnya engga masalah sih tapi sejak ada iTunes store di Indonesia alangkah baiknya jika porsi untuk lagu Indonesia lebih banyak karena jika peserta The Voice bisa menyanyikan lagu Indonesia lebih bagus dari penyanyi aslinya, lagu itu bisa dijual di iTunes dan keuntungan yang didapat dari hasil penjualan itu tak hanya dinikmati para peserta juga oleh penyanyi asli dan pencipta lagunya dari hasil pembagian royalty lagu yang didaur ulang itu.

Bukankah itu sama-sama menguntungkan daripada menyanyikan lagu barat yang mungkin mengurus royaltynya lebih rumit dan butuh waktu lebih lama. Jadi The Voice tidak hanya sebagai ajang mengasah bakat dan mencari penyanyi terbaik tapi juga sudah mulai bisa menghasilkan uang bagi peserta tanpa harus menunggu jadi juara dan dapat kontrak rekaman, mereka sudah bisa meraih rejeki dari penjualan single di iTunes. Jika para peserta The voice lebih suka menyanyikan lagu Barat ya boleh saja asal urusan royalty untuk penyanyi aslinya ini engga sulit diurusnya jika mau dijual di iTunes.
Banyak penyanyi Indonesia yang suaranya luar biasa dan lagunya susah ditiru karena tingkat kesulitannya cukup tinggi misalnya Nicky Astria, Anggun, Vina Panduwinata dll Bisa menyanyikan lagu-lagu mereka sebagus aslinya itu hal yang mengagumkan. Ada juga beberapa peserta The Voice yang mampu menyanyikan lagu Indonesia lebih memukau dari aslinya, seandainya lagu itu dibuat versi studio dan dijual di iTunesmungkin lagu itu bisa sukses di pasaran.
Bukan berarti The Voice meniru langkah yang dilakukan X Factor yang menjual lagu para pesertanya di ITunes tapi selama apa yang ditiru itu bisa menguntungkan para peserta dan memberi warna baru dalam industry musik Indonesia khususnya industry musik digital, kenapa tidak?? Kita juga bisa meniru sukses Korea Selatan walaupun sebagian besar penyanyinya memakai bahasa asli mereka tapi lagunya bisa ngetop keseluruh dunia.
Apalagi penyanyi dan lagu Indonesia itu banyak yang bagus dan lagu mereka bisa dibuat daur ulang yang lebih megah. Saya harap pihak The Voice mau membuat lagu 50 Tahun Lagi Pritta, Bimbi Agseisa dan Cintaku Eik Montecarlo versi studionya dan dijual diiTunes seharga 5ribu sekali download mungkin banyak yang berminat membeli mengingat para peserta The Voice sudah mulai punya banyak penggemar di Youtube.

Pengaruh RBT, iTunes dan X Factor Pada Industri Musik Indonesia



Fatin dan Mikha X Factor foto solopos.com

Keberadaan iTunes Store di Indonesia sejak Desember 2012 lalu bagai angin segar bagi industri musik Indonesia karena para musisi bisa menjual lagu mereka di iTunes. Selama beberapa tahun terakhir penjualan RBT di Indonesia lebih dominan daripada CD akibatnya para musisi lebih mengharapkan keuntungan dari RBT daripada penjualan CD. Walaupun seorang musisi bisa menjual RBT sebanyak jutaan download, tapi perih rasanya jika penggemar lebih suka membeli RBT yang 20-30 detik saja dari keseluruhan lagu berdurasi 3-5 menit. Sementara sebagian besar lagu utuhnya justru diunduh secara gratisan.

Padahal proses untuk bisa membuat 1 lagu hingga layak jual itu cukup berat.Bagaimana prosesnya? Pertama kita harus ada ide yang tertuang dalam bentuk syair. Mencipta lagu bagaikan membuat puisi harus ada inspirasi yang timbul dari hati. Setelah rangkaian kata tertulis harus menyelaraskan dengan nada. Proses ini sederhana karena biasanya hanya diiringi gitar, keyboard atau piano. Jika lagu mentah sudah tercipta maju ketahap selanjutnya yaitu mencari arranger dan penyanyi yang pas. Proses audisi/pencarian penyanyi juga engga gampang, salah pilih penyanyi bisa berakibat fatal itulah sebabnya kita sering dengar kasus sebuah lagu yang ternyata lebih ngetop dibawakan oleh penyanyi lain daripada penyanyi aslinya sendiri.
Jika lagu dan penyanyi sudah siap, proses berikut masuk studio rekaman dan untuk merekam 1 lagu engga bisa langsung beres sekali jadi. Setelah lagu di aransemen, mulai rekaman. Satu persatu instrumen (gitar, drum dll) direkam baru terakhir vocal. Kadang rekaman 1 lagu selesai 1 hari kadang tidak. Sudah rekaman beres masih harus dimixing, mastering dan packing dalam bentuk CD dan terakhir promosi. Untuk 1 lagu saja butuh dana yang sangat besar. Bayangkan gimana rasanya semua jerih payah dan perjalanan panjang untuk membuat 1 lagu berdurasi sekitar 5 menit tiba-tiba harus dipotong sekitar 30 detik. Tapi karena sebagian besar orang lebih suka unduh RBT, akhirnya musisi harus ikhlas hasil kreatifitas dan perjuangannya dijual dalam bentuk RBT daripada engga laku karena sudah dibajak duluan.
Nah dengan keberadaan iTunes diharapkan masyarakat jadi lebih suka mengunduh lagu secara utuh dan legal apalagi harga yang ditawarkan sebenarnya relatif murah untuk ukuran kantong Indonesia saat ini yaitu Rp 5.000,-  Bahkan sejumlah penyanyi sudah mulai menikmati hasil dari penjualan lagunya secara digital di iTunes contohnya Cakra Khan. Sejak iTunes pertama kali diluncurkan pada 4 Desember lalu di Indonesia Lagu Harus Terpisah dari pemilik nama asli Cakra Konta Paryaman itu sempat berada  di peringkat 1 lagu terlaris di iTunes. Lagu itu dijual secara resmi di iTunes StoreIndonesia seharga Rp 5 ribu. Bulan Maret ini Glenn Fredly ada diposisi 3.
1363421377422896192
Yang paling menarik adalah lagu-lagu para peserta X Factor juga dijual diiTunes tentu saja hal ini sangat menguntungkan karena selain X Factor bisa jadi jalan pintas untuk meraih popularitas di industry musik Indonesia juga bisa dijadikan ladang uang bagi para pesertanya. Para peserta X Factor sudah bisa menikmati jerih payahnya tanpa harus menunggu hingga dapat kontrak rekaman. Walaupun tidak meraih gelar juara 1 tapi popularitas X Factorsaat ini mampu membuat lagu-lagu mereka jadi laris di iTunes.
Kesuksesan X Factor dan ketenaran Fatin serta Mikha Angelo berhasil dimanfaatkan dengan cerdik oleh para pelaku industri musik Indonesia dengan menjual lagu para kontestan X Factor di iTunes

Ternyata Fatin dan Mikha berhasil menaklukan iTunes. Saat ini Fatin ada diposisi 2 artis terpopuler di iTunes lewat lagu Girl on Fire sementara pelantun lagu aslinya Alicia Keys dan Nicky Minaj ada di posisi 8. Lagu The A Team yang dinyanyikan Mikha Angelo ada diposisi 4 sementara Ed Sheran pelantun lagu aslinya ada diposisi 10. Prestasi yang diraih Fatin dan Mikha menunjukan bahwa sebagian masyarakat mulai suka mengunduh lagu dari iTunes.Perlahan tapi pasti sebagian masyarakat nampaknya mulai sadar untuk mengunduh lagu secara legal. Hal ini bisa membangkitkan semangat para musisi untuk terus berkarya.
Mungkin suatu saat nanti RBT hanya pemanis tambahan karena masyarakat Indonesia sudah terbiasa unduh lagu legal dari iTunes. Jika hal itu terjadi maka Indonesia sudah berhasil mengatasi masa transisi dari penjualan lagu secara fisik ke digital. Saat ini negara Asia yang sukses bertransisi dari penjualan musik secara fisik ke digital adalah Korea Selatan. Semoga Indonesia bisa mengekor sukses Korea selatan di Industri musik digital.

Yang Unik dan Menarik dari The Voice Arab

12 March 2013 | 12:57 Dibaca: 665

Juri The Voice Arab foto listenarabic.com

Dulu TV Kabel Arab hanya menyiarkan acara ajang cari bakat saja tapi Arab tidak pernah mengadakan acara seperti American Idol, X Factor dan The Voice.
Rupanya lama-lama Arab juga ketularan acara tersebut dan peminatnya sangat banyak. Bahkan The Voice lebih dulu digelar di Arab daripada di Indonesia, acara itu ditayangkan September-Desember 2012 di saluran MBC (yang berpusat di Dubai) dan  diikuti peserta dari Maroko, Lebanon, Jordan, UAE, Arab Saudi , Irak dll dengan juri 4 bintang besar di Arab yaitu Assi El Helani, Kazem El Saher, Saber Al Rubai, Sherine Ahmad. Menurut berita dari berbagai sumber acara The Voice Arab sangat sukses. Para peserta The Voice juga meraih klik ratusan ribu bahkan hingga jutaan di Youtube. Pemenang The Voice Arab season 1 ini adalah Mourad Bouriki dari Maroko.

Mourad Bouriki foto listenarabic.com

Yang paling menarik dari The Voice Arab itu, walaupun Arab sudah semakin modern tapi mereka tetap bangga dengan budaya dan bahasanya sendiri terbukti dari ajang cari bakat macam The Voice sebagian besar peserta menyanyikan lagu Arab walaupun orang Arab  banyak yang fasih bahasa Inggris atau Perancis. Jika ada yang menyanyikan lagu barat aransemennya dikemas sedemikian rupa sehingga unsur Arabnya lebih kental. Ada juga peserta yang mencampur lagu Barat dan lagu Arab. Suara para pesertanya juga luar biasa karena nyanyi lagu Arab itu susah, banyak cengkok yang harus dikuasai. Nyanyi lagu barat sudah susah tapi nyanyi lagu arab lebih susah lagi. Dibawah ini video peserta The Voice Arab yang mencampur lagu Someone Like You Adele dengan lagu Arab ▼

 

Jika kita lihat acara The Voice Arab di Youtube, musik yang mengiringi penyanyi sebagian besar ada unsur Arabnya contohnya salah satu lagu terlaris di youtube dari The Voice Arab adalah lagu Sting Desert Rose yang dilihat lebih dari 10 juta klik. Memang Sting menciptakan lagu Desert Rose ini berduet dengan penyanyi Arab asal Algeria jadi lagu itu ada unsur Arabnya tapi tidak terlalu kental hanya pemanis saja, nah Desert Rose ala The Voice Arab ini lebih banyak unsur Arabnya jadi terdengar unik, mungkin karena keunikan itulah Desert Rose versi Arab ini jadi ngetop di Youtube.

The Voice Arab bisa menjadi inspirasi bagi The Voice Indonesia untuk tidak melulu menyanyikan lagu barat karena banyak lagu Indonesia yang bagus dan susah dinyanyikan apalagi lagu jadul misalnya lagu-lagu Nicky Astria, Harvey Malaiholo, Utha Likumahua, Vina Panduwinata dll memang terdengar kuno tapi penyanyi yang baik harus bisa membawakan lagu apapun menjadi lebih indah.

Ada bagusnya acara ajang cari bakat ini lebih memperbanyak porsi lagu Indonesia untuk menghargai para musisi kita. Dulu Tia AFI tampil sangat mempesona saat menyanyikan lagu Zapin. Adakah peserta The voice Indonesia yang bisa membuat penonton jatuh cinta karena menyanyikan lagu Indonesia dengan indah bahkan lebih bagus dari aslinya? Dibawah ini video Desert Rose versi The Voice Arab (versi Asli Sting bisa lihat disini)



Mau Lihat penampilan peserta The Voice Arab?  klik disini >
MBC The Voice Show

Leona (The Voice), Reinkarnasi Whitney Houston Dari Indonesia


OPINI | Senin, 11 Maret 2013 | 03:27 WIB Dibaca: 1522    

Mendengar suara Leona Untari saat menyanyikan lagu I have Nothing Whitney Houston di blind audition ke 5 The Voice tak terasa mata berkaca-kaca karena kagum akan anugrah yang diberikan Allah berupa suara indah menakjubkan pada seorang gadis belia berusia 17 tahun yang berasal dari Kediri. Dengan suara sedashyat itu besar peluang Leona untuk jadi maha bintang dipentas musik Indonesia.

Hanya sedikit penyanyi yang bisa menyanyikan lagu Whitney Houston dengan diawali nada dasar tinggi lalu berimprovisasi hingga mencapai nada-nada tertinggi. Sedemikian hebatnya suara yang dimiliki Whitney sehingga menyanyi baginya seperti petualangan menjelajah rimba nada tanpa rintangan berarti sehingga dia mampu mengekspresikan sebuah lagu menjadi karya sangat indah dan sulit untuk ditiru penyanyi lain. 
Karena itu jika ada penyanyi yang mampu menyanyikan lagu-lagu Whitney Houston seindah aslinya maka kemampuan olah vokal dia luar biasa. Berkat suaranya, lagu-lagu Whitney dikenang sepanjang masa. Setiap orang tidak akan bosan mendengar lagunya dari generasi ke generasi. Hanya segelintir penyanyi yang bisa menandingi suara Whitney.
Banyak orang merindukan penyanyi dengan kemampuan olah vokal seperti Whitney hingga munculah Leona Lewis bintang X Factor Inggris yang tampil begitu mempesona saat menyanyikan I have Nothing, wajar jika akhirnya Leona Lewis menjadi juara X Factor saat itu dan sekarang dia sudah menjadi penyanyi populer di Inggris. (Lihat video Leona Lewis disini). Selain Leona Lewis ada Jennifer Hudson yang mempesona para juri di American Idol saat menyanyikan lagu Whitney, walau Jennifer Hudson kalah diajang itu tapi saat ini dia termasuk artis terpopuler di Amerika mengalahkan juara 1 American Idolnya. (lihat video Jennifer Hudson disini)
Selain Leona dan Jennifer ada penyanyi mungil asal Pilipina, Charice. Bakat luar biasa Charice dan kemampuannya menyanyikan lagu-lagu Whitney Houston seindah aslinya telah memikat hati David Foster. Charice sering diajak dalam setiap konser David Foster. Kisah sukses Charice ini mirip Justin Bieber, dia sering mengunggah video rekaman nyanyinya di Youtube sejak umur 15 tahun hingga akhirnya sukses berkiprah didunia musik. Suara charice termasuk langka dan dia mulai benar-benar terkenal saat berumur 18 tahun. (lihat video Charice nyanyi lagu I Have Nothing disini)
Dibawah ini video Leona Untari nyanyi lagu I have Nothing, Whitney Houston
 

Modal suara luar biasa, usia muda dan penamplan fisik yang cantik bisa membuat Leona Untari jadi tambang emas industri musik Indonesia jika dia ditangani dengan tepat. Pilipina punya Charice, Inggris punya Leona Lewis, Amerika punya Jennifer Hudson kini Indonesia punya Leona Untari. Semoga di ajang The Voice kemampuannya semakin terasah. Dengan munculnya Leona, acara The Voice Indonesia semakin bikin penasaran karena peserta lain juga tidak kalah dahsyatnya dengan Leona. Bukan mustahil Leona bakal jadi bintang di The Voice seperti Fatin jadi bintang di X Factor.

10 Peserta The Voice Terfavorit

10 March 2013 | 08:17 Dibaca: 1327   

The Voice Indonesia foto thevoiceindonesia.co.id

Sungguh sulit mencari peserta favorit diajang The Voice karena kualitas mereka merata setelah berulang kali menonton videonya saya pilih 10 orang yang membuat saya jatuh cinta pada mereka, mohon maaf bukan berarti peserta yang lain jelek lho. Cuma 10 orang ini punya warna suara yang saya suka dan pilihan ini sifatnya subjektif karena hanya berdasarkan selera pribadi tentu saja pilihan saya ini engga bisa dijadikan patokan karena selera setiap orang kan berbeda.
Hingga saat ini The Voice Indonesia sudah melakukan 4 kali blind audition dan sudah terpilih 37 peserta terbaik yang bakal lolos ke babak selanjutnya ke 37 peserta (daftar lengkapnya klik disini) itu terbagi dalam 4 team sesuai pelatihnya (Armand, Sherina, Glenn dan Giring)
Yang menarik, dari ke 37 peserta ternyata hanya 9 orang yang mampu membuat semua kursi juri berputar itu berarti suara mereka memukau semua juri sehingga keempat juri harus kampanye untuk merebut hati peserta agar milih mereka sebagai coach/pelatih.  kesembilan peserta itu adalah Billy Simpson, Dita, Gilbert Pohan, Saptoto Nugroho, Pritta Kartika, Eik Montecarlo, Eka Tasmini, Desy dan Yunita Rahman.
Tapi dari kesembilan peserta yang berhasil membuat semua kursi berputar bukan berarti semuanya sesuai dengan selera saya,  dari 9 peserta hanya 5 yang pas dengan selera saya sisanya saya pilih dari peserta lainnya, 10  peserta The Voice terfavorit  pilihan saya adalah: (klik dinama peserta untuk melihat video mereka)

Yunita Rahman foto thevoiceindonesia.co.id
1.Yunita Rahman (21) mahasiswi UNPAD ini sejak umur 7 tahun belajar piano, selain  pianis dia juga jadi penyiar radio di Bandung. Yunita terobesesi untuk jadi penyanyiblues, Yunita berhasil menyanyikan lagu Mercy sekeren penyanyi aslinya Duffy penyanyi cantik bersuara unik dan sexy.
2.Pritta Kartika (29 ) asal Surabaya. Ketika mendengar Pritta nyanyi lagu 50 Tahun Lagi saya langsung terpesona, suaranya yang tinggi melengking membuat lagu ini lebih keren dinyanyikan Pritta. Mungkin Yuni Shara dan Syahrini (yang pernah nyanyi lagu ini juga, lihat videonya disini) engga akan mampu mencapai nada-nada tinggi Pritta, karena saat Syahrini menyanyikan lagu itu nadanya lebih rendah dari aslinya. Jika Pritta ditangani dengan tepat saya yakin dia dia bisa lebih hebat dari Syahrini.
3. Agseisa(19) dari Jakarta, mungil dan imut tapi bersuara ala seorang Rocker dia menyanyikan lagu Bimbi dengan improvisasi yang memikat dan lebih menghentak dengan suara seraknya. Selain Tantri Kotak saat ini jarang sekali kita nemu Rocker cewek, mampukah Seisa menjadi Lady Rocker yang baru?
4.Belia Ulfa(19) asal Jakarta, kata Armand Maulana penyanyi cewek nyanyiin lagu Naif itu udah kenekatan yang maha dasyat berarti penyanyi itu berani menempuh resiko dan Belia berhasil menyanyikan lagu Naif itu dengan memikat. Sayang Sherina engga pijit bel padahal Belia sangat berharap dia bisa gabung dengan Sherina jika terpilih. Akhirnya Belia milih Glenn.
5.Tiara (27) asal Surabaya ini menyukai jenis musik R n B, jika X Factor punya Shena,The Voice punya Tiara mereka berdua membuktikan bahwa bentuk tubuh bukan penghalang untuk meraih mimpi didunia musik. Keunikan Tiara dan kedasyatan suara Shena bisa menjadi inspirasi bagi para wanita berukuran big size untuk percaya diri dan terpacu meraih prestasi.

Saptoto Nugroho foto thevoiceindonesia.co.id

6. Saptoto Nugroho (28) dari Yogyakarta ini adalah seorang pengamen jalanan di Yogyakarta, setelah ayahnya meninggal dia jadi tulang punggung keluarga. Selain mengamen Saptoto juga jadi anggota homeband ANTV diacara Ustadz Yusuf Mansyur. Penampilan Saptoto memakai baju khas Jawa tapi piawai bermain gitar dengan suara ngerock, jadi nilai tambah yang menarik.
7. Arro(23) asal Jakarta, waktu lihat Arro nyanyi saya langsung ingat Nazarudin (KPK ) bedanya Arro jauh lebih muda. Walau masih muda suara Arro ini berat jadi terkesan tua (wajah Boyish Suara Elvis) kalau kata Giring sih suaranya Old School berat makanya ketika juri berbalik mereka kaget yang nyanyi masih muda. Arro menyanyikan lagu Save The Last Dance For Me dari  Michael Buble (remake dari The Difter tahun 60an). Suara 'Elvis' Arro membuat lagu ini lebih sexy dinyanyikan Arro daripada Michael Buble.
8.Novan (27) asal Surabaya adalah penyanyi dan pemain gitar blues yang pernah menjuarai LA Indiefest 2008 obsesi Novan saat ini adalah ingin bisa manggung diCrossroads Festival di Amerika karena itu dia setia berada di jalur blues.
9.  Eik Montecarlo(23) Asal Bandung ini menyanyikan Lagu Chrisye dengan luar biasa, warna suaranya yg mirip penyanyi Jazz George Benson membuat lagu ini lebih mantap dibawakannya. Eik juga pernah jadi juara 2 Bandung Idol dan pernah manggung di Den Haag, Belanda.
10.Gilbert Pohan (31) asal Yogyakarta, pernah menjuarai LA Lights Indiefest 2009 dan juara kedua suara Indonesia (Trans TV) sudah punya album kompilasi. Gilbert termasuk salah satu peserta terfavorit di Youtube, jika dilihat dari jumlah klik youtube, hingga saat ini semua video Gilbert sudah dilihat sekitar 52 ribu klik.

Wah, Ternyata The Voice Indonesia Keren Banget!



Sumber: The Voice foto tribunnews.com

Sebenarnya acara The Voice Indonesia sudah mulai dari 10 Februari tapi saya baru nonton kemaren di Youtube, begitu lihat langsung jatuh cinta. Karena suara para pesertanya bagus, berkarakter dan bervariasi dari berbagai aliran musik ada Jazz, Blues, Rock dan Pop. Selain itu para pelatih/coach (Sherina, Armand Maulana, Glenn Fredly dan Giring) membawakan acara ini dengan spontan, santai walau kadang lebay tapi jadi engga membosankan. Rayuan para coach untuk menarik hati para peserta yang terpilih untuk bergabung dalam timnya bikin acara ini terasa kocak dan seru.

Diantara para peserta yang lolos, ada 2 peserta muda yang nyanyi lagu Indonesia jadul tapi mereka berhasil menyanyikan lagunya dengan improvisasi yang memikat padahal saat lagu itu tercipta mereka belum lahir, yaitu Agseisa (19)  nyanyi lagu Bimbi (ciptaan Titik Puspa) dan Thomas (23) nyanyi lagu Juwita Malam (ciptaan Ismail Marzuki). Selain itu ada peserta Bule Australia, Stevie Krisnata yang sudah cukup lama tinggal di Surabaya jadi logat bicaranya mirip orang Jawa. Waktu para Coach berbalik raut wajah mereka terkesima karena engga nyangka yang nyanyi bule.
Peserta lain yang tampil mempesona adalah Pritta Kartika yang menyanyikan lagu 50 Tahun Lagi dari Yuni Shara lebih bagus dari aslinya dan Tiara, walau Tiara sering dibullysejak remaja, dia terpacu ikut acara ini untuk membuktikan bahwa badan gemuk dan wajah biasa bukan penghalang untuk meraih mimpi dan terbukti 3 coach tekan tombol berebut untuk jadi pelatih Tiara, lihat videonya ▼

Ada beberapa penyanyi yang sudah berumur diatas 30 misalnya Dita (40) tapi nampak awet muda dan piawai main harmonica mengiringi lagu blues yang dinyanyikannya, sempat terlintas dibenak saya kemana aja dia selama ini? Ada Dilla (32) yang nyanyi lagu Tracy Chapman sebagus penyanyi aslinya. Peserta unik lainnya Lilian (35) yang tampil menghibur diselingi ngerap dengan lagu Have Fun Go Mad.
Ada juga peserta yang suaranya mantap tapi entah kenapa tak satupun coach yang milih misalnya Micky mantan juara 2 ajang cari Bakat AFI (Akademi Fantasi Indonesia) ini ikut lagi acara The Voice tapi gagal padahal suara Micky bagus lho. Waktu para coachberbalik mereka cukup kaget karena yang berdiri dihadapan mereka Micky AFI. Itulah uniknya The voice, para pelatih hanya mendengar suara saja engga melihat penampilan peserta sebelumnya. Lalu ada Arya yang gagal juga, akhirnya banyak komentar di Youtube yang kecewa kenapa Arya bisa gagal? Lihat video Arya dibawah ini ▼

Terlepas dari polemik Arya, acara The Voice ini bikin penasaran karena para peserta pasti akan tampil habis-habisan untuk jadi yang terbaik. Diajang pencarian bakat lain kita lebih mudah mencari 'jagoan' karena diantara peserta yang lolos hanya 1-2 yang menonjol jadi mudah ditebak siapa pemenangnya. Tapi di The Voice bakal sulit ditebak siapa yang juara nanti? Hingga saat inipun saya masih sulit milih peserta favorit karena kontestannya memang kualitasnya hampir merata maklum banyak peserta yang sudah terbiasa nyanyi di cafĂ© atau manggung jadi wajar jika suara mereka begitu memukau.
Sayang dibanding X Factor acara ini nampaknya belum banyak penonton, apa mungkin pengaruh acaranya masih baru jadi engga sepopuler ajang cari bakat yang diusung TV lain? mengingat beberapa kali acara Indonesian Idol diputar disitu jadi penonton lebih terbiasa nonton acara ajang cari bakat di TV tersebut?? Entahlah, tapi menurut saya The Voice lebih bermutu dan menghibur walaupun mungkin para ABG kurang suka dengan acara ini mengingat para pesertanya banyak yang 'berumur' dan engga ada yang seimut Fatin atau Mikha Angelo. Dibawah ini beberapa komentar dari Youtube tentang The Voice ▼
13625720071398113374
Sumber: foto youtube.com
13625720601140414670
Sumber: foto youtube.com
13625721031560176344
Sumber: Foto youtube.com