 |
| Ilustrasi |
Mira dan Yasmin, dua wanita berusia 30an itu tampak asyik menonton berbagai berita di TV, saat itu tema berita seolah dimonopoli oleh 2 dara belia yang jalan hidupnya jauh berbeda bagai langit dan bumi. Yang satu gadis SMA yang tenar berkat ajang cari bakat yang satu anak SMK yang tengah dilanda gosip karena menjadi istri muda pejabat partai besar di Indonesia.
"Hebat ya, umur 16 tahun udah meraih sesuatu yang sangat aku impikan waktu seumur dia. Ingat ngga dulu aku pengen banget jadi penyanyi atau model terkenal... Padahal penampilan kontestan itu sederhana, kalau dipikir-pikir aku kurang apa coba dibanding dia?? Tapi koq ngga ngetop-ngetop yaa..." kata Yasmin.
"Kurang hoki kali...tapi kan kamu udah kaya sekarang, mau nyari apalagi?" tanya Mira.
"Bedalah, aku kaya dengan jalan yang salah...Kadang kalau hati nuraniku lagi terusik, aku suka merenung apalah artinya hidup bergelimang harta haram..." Yasmin berkata pelan
"Harta haram, maksudnya???" Mira nampak bingung
Yasmin menghela napas panjang, wajahnya tampak sedih, "Kamu tahu gosip tentang anak SMK yang jadi istri muda petinggi partai?"
"Oh ya heboh banget tuh beritanya!" Kata Mira
"Iya, aku juga pernah punya affair sama pejabat partai..." kata Yasmin lirih...
"Haah... beneran?? Kamu engga bercanda niih??" Tanya Mira dengan nada tinggi
"Engga Mir, swear!!.dan yang lebih parah aku engga pernah dinikahi, cuma dijadiin simpenan doang..." usai berkata itu tiba-tiba Yasmin menangis. Mirapun memeluk dan mencoba menenangkan Yasmin walaupun dia sangat terkejut dengan pengakuan sahabatnya itu.
Beberapa menit berlalu tanpa sepatah katapun terucap, keduanya bagai terlarut dalam emosi.... Sejenak Mira menerawang ke masa 15 tahun lalu tepatnya tahun 1998. Saat mereka masih berusia 16 tahun, dulu Yasmin adalah kembang SMA, wajahnya cantik dan unik karena ada perpaduan antara Ayah Pakistan dan ibu Sunda. Tak hanya cantik, tubuh Yasmin tinggi sekitar 170cm, dada besar,rambut hitam panjang, mata belo berwarna coklat yang indah dan bibir tebal menawan, badannya Sexy baget, pokoknya Yasmin bagaikan Diva Bollywood.
Tapi kondisi ekonomi Yasmin tak seperti Mira, setelah ayah Yasmin meninggal, kehidupan keluarga Yasmin pas-pasan. Ibu Yasmin harus bekerja banting tulang untuk menghidupi 3 anaknya. Sejak kelas 2 SMA Yasmin dan Mira pisah, Mira pindah ke Eropa bersama keluarganya. Beberapa kali keduanya sempat saling berkirim surat, tapi setelah itu Yasmin menghilang bagaikan ditelan bumi. Mereka tak pernah kontak bertahun-tahun lamanya. Sampai akhirnya Facebook mempertemukan mereka kembali...
Begitu pulang ke Indonesia, Mira sering bertemu Yasmin, hubungan mereka akrab dan erat lagi seperti dulu, jalan bareng, curhat dan saling mengunjungi. Hingga suatu hari Yasmin datang kerumah Mira, kebetulan suami dan anak-anak Mira lagi pergi jadi mereka berdua bebas ngobrol ngalor ngidul hingga akhirnya Yasmin curhat tentang masa lalunya yang kelam...

- (Ilustrasi, Richard Gere dan Julia Roberts di Film Pretty woman. foto chacha.com)
"Kamu masih ingat waktu ngantar aku audisi di agensi yang kantornya deket SMA kita, yang nyari calon penyanyi dan model?" Tanya Yasmin memecah kesunyian
"Oh iya, tapi kan kamu engga dapat panggilan lagi." Kata Mira, dia ingat Sejak di SMP Yasmin sering ikut audisi dan lomba nyanyi atau model tapi semua itu belum mampu melambungkan namanya.
"Sebenarnya aku dapat panggilan, tapi lama banget 2 bulan kemudian... aku dah ngga minat saat itu karena aku lagi jatuh cinta jadi lupa segalanya..." kenang Yasmin
"Jatuh cinta ama siapa?" tanya Mira
"Ingat ngga dulu dikantor agensi itu, ada cewek nyamperin aku ngasih kartu nama. Katanya dia punya event organizer plus pencari bakat yang suka ngorbitin artis, namanya Teh Emi?"
"Wah lupa lagi, emang kenapa?" Kening Mira berkerut mencoba mengingatnya
"Engga lama setelah kamu pergi ke Eropa, aku ditelpon Teh Emi ngajak ketemuan. Dia cerita macam-macam deh tentang dunia entertainment, dia kenal pejabat, bos-bos majalah, TV, wah banyak deh. Malah dia ngajak aku nemui seorang pejabat. Kata Teh Emi , bapak itu punya jabatan tinggi di partai besar, termasuk kroni ex penguasa negri ini dan punya pengaruh kuat di Jabar. Dulu aku sempat nolak, abis engga PD ketemu pejabat. Tapi Teh Emi pinter banget ngerayuku, dia ngeyakini aku kalau ingin terkenal mesti nemui bapak ini. Dia bisa bantu aku ngeraih mimpiku, karena duitnya segudang katanya" Yasmin menghela napas sejenak dan melanjutkan ceritanya,
"2 minggu kemudian aku dan bu Emi ketemu Bapak itu direstoran mahal. Waktu aku ketemu Pak Ridwan, aku deg degan juga. Umurnya 52 tapi cakep lho, awet muda kayak umur 40an deeh, dia masih keturunan Arab, hidung mancung, kulit putih, badannya ideal. Aku nyaris engga percaya... waktu belum ketemu, aku ngebayangin bakal nemuin bapak tua, gendut, jelek tapi ini benar-benar diluar dugaanku. Saat itu aku merasa ada seberkas cahaya yang bakal nerangin hidupku."
"Duuh kayak lagunya Nike Ardilla aja, seberkas sinar." Potong Mira, Yasminpun tersenyum
"Beneran koq, dia sempat jadi sinar dalam hidupku walau akhirnya sinar itu padam... Sejak pertemuan itu, Pak Ridwan sering telpon aku. Kami sering jalan, dia sering ngasih kado, apa aja yang aku mau dia kasih, perhiasan,HP, jam tangan, beli barang-barang bermerk, waah pokonya saat itu aku bener-bener ngerasa seperti Julia Roberts di film Pretty Woman. Aku engga peduli dia 36 tahun lebih tua, aku engga peduli dia udah punya istri malahan saking cintanya aku sama dia sampai aku rela kehilangan virginity sama dia!!" Kata Yasmin sambil berlinang air mata
"Hah, dah punya istri, emang mama kamu setuju?" potong Mira
"Mama nentang hubungan kami, tapi aku bandel akhirnya Mama nyerah juga lihat perasaan cintaku ke Ayah, oh ya aku panggil pak Ridwan Ayah. Malah Mama nyuruh aku nikah tapi waktu itu aku malu kalau nikah muda jadi aku nikmati saja hubungan bebas ini. Buat ngebeli hati Mama, Ayah support keluarga kami, tiap bulan ayah kasih uang yang jauh lebih gede dari gaji Mama. Rumah kami yang jelek itu direnovasi buat Mama dan adik-adiku tapi aku pindah ke rumah baru yang dibeliin ayah sekalian ngehindari gosip tetangga dirumah lama. Aku dikasih mobil, diajak jalan jalan ke luar negri, pokoknya ayah manjain aku banget deh."
"Tapi udah 2 tahun pacaran, ayah mulai berubah. Kami jarang ketemu, jarang nelpon kalau kutelpon engga pernah dijawab, alasannya sibuk dan istrinya curiga jadi harus jaga jarak dulu. Hingga suatu saat Ayah datang, dia mutusin hubungan kami karena istrinya tahu dan ngancam ayah, oh ya istri ayah anak pejabat besar lho. Makanya ayah agak tunduk sama dia. Ayah juga bilang engga bisa ngasih uang bulanan lagi. Kami bertengkar hebat tapi ayah tetap pergi ninggalin aku yang terluka."
"Kamu engga hamil ?" Tanya Mira
Yasmin terdiam sejenak," Engga Mir, ayah udah disteril... Sejak ayah ninggalin aku, hidupku berubah total. Aku frustrasi, aku jadi suka dugem, mabok, kuliahku sempat berantakan. Pokoknya hidupku ngga keruan. Dulu aku miskin lalu ketemu ayah yang ngenalin aku gaya hidup kelas atas, tiba-tiba ayah ninggalin aku begitu aja... aku patah hati, bingung, panik karena aku ngga sudi balik lagi jadi miskin!!"
"Sampai suatu saat aku ketemu Teh Emi lagi. Aku jadi dekat dan sering jalan sama Teh Emi, lama-lama aku tahu kalau Teh Emi ini selain punya EO, dia juga suka cari cewek anak SMA, mahasiswi, artis, buat pesanan pejabat, pengusaha atau siapapun yang berani bayar sangat mahal karena teh Emi ini Mamih high class. Ada yang short term ada yang dijadiin simpenan.. Karena aku pernah beberapa kali jadi cover majalah dan sempet ngeluarin album, biarpun jeblok tapi dengan status artis dan mahasiswi, mudah banget buatku nyari Boss yang tergila-gila padaku."
"Sebenarnya dari dulu juga udah banyak anak SMA pacaran sama Boss. Tapi sebagian besar skandal masih bisa ditutupi dengan rapih. Pers dulu ngga kayak sekarang. Kamu tahu ngga dulu awal tahun 2000an, penyanyi sexy yang umur 18 tahun dah tenar? Dia itu dari umur 16 tahun udah dipiara ama produser lho, Terus ada penyanyi lain seangkatan dia, berapa kali bikin album jeblog terus tapi rumahnya harga milyaran, gaulnya ama sosialita mulu eh ternyata dia itu dari umur 18 udah jadi simpenan pengusaha negri jiran.." Yasmin terus bercerita sambil menyebut beberapa nama lagi...
Mira tampak terkesima dengan cerita Yasmin hingga tak mampu berkata-kata, melihat sahabatnya bengong Yasmin bicara lagi, "Begitulah kehidupanku Mir, aku bagaikan piala bergilir. Aku bergelimang uang karena tarifku sangat mahal. Tapi aku lebih suka short term daripada jadi simpenan atau istri kedua. Aku sering ke Singapore atau negara lain hanya untuk ngelayani pejabat VVIP biar skandal kami engga tercium media..."
"Kenapa engga berhenti, mulai cari suami dan punya anak udah kepala 3 lho?" Tanya Mira
"Aku dah berusaha tapi belum nemu yang tulus mencintai aku dan mau nerima aku apa adanya.."
Tiba-tiba HP Yasmin berdering, diapun pergi ke teras dan asyik mengobrol meninggalkan Mira yang melongo seorang diri seolah masih sulit mencerna apa yang didengar dari sahabatnya. Ada rasa kasihan, sedih bahkan jijik membaur dihatinya. Padahal diusianya yang 31 Yasmin masih sangat cantik dan sexy. Tapi kenapa hidupnya seperti ini? Apa yang dia cari???
"Mir, Sorry banget aku engga jadi nginap dirumahmu aku ngedadak harus nemui seseorang. Kamu ngga marah kaan? Nanti aku sambung lagi ceritanya yaa, pokoknya aku mau curhat ama kamu!!"
"Emang siapa sih yang nelpon?" tanya Mira
"Sorry yang ini rahasia, Mir. Cukup aku aja yang tahu. Pokoknya ikan paus euy, aku mau dibeliin Ferrari lho..," kata Yasmin sambil membedaki wajahnya, setelah cipika cipiki diapun bergegas meninggalkan Mira yang masih bengong dengan cerita sahabatnya itu...