Saturday, December 21, 2013

Saya dukung Cawalkot Bandung Ridwan Kamil



Biasanya saya termasuk dalam pasukan anti PKS karena beberapa artikel dan komentar saya ada yang mengkritik PKS. Tapi begitu melihat calon walikota yang diusung oleh PKS dan Gerindra, tiba-tiba ada secercah harapan dihati ini semoga calon PKS ini bisa memberi perubahan yang berarti di Bandung.

Ketika melihat profil Ridwan Kamil (42), sang calon walikota itu di TV dan di website, saya terpesona dengan latar belakang pendidikan dan kreatifitasnya yang tinggi karena dia adalah seorang arsitek.  Salah satu karyanya yang fenomenal adalah membuat rumah yang sebagian dindingnya dibuat dari puluhan ribu botol bekas minuman energy. 

Seorang arsitek biasanya peduli terhadap keindahan dan kerapihan, mungkin dia bisa membuat perubahan yang berarti bagi Bandung yang semakin lama semakin menyedihkan. Lalu lintas semrawut, banjir, sampah, jalanan rusak, pusat kota dipenuhi PKL. Contohnya jalan Merdeka atau terkenal dengan sebutan BIP, tahun lalu sempat bersih dari PKL dan nyaman untuk jalan-jalan disitu. Tapi kemarin saya datang ke Bandung, ternyata kawasan itu sudah jadi lautan PKL lagi, pusat kota tapi terkesan kumuh...

Yang lebih horror lagi diseputar Alun-alun Bandung, PKL sudah memakan separuh badan jalan hingga mobil hanya bisa lewat secara perlahan saking sempitnya. Itupun harus ekstra hati-hati karena ada motor, becak dan angkot. Duh sedihnya lihat alun-alun seperti itu. Kumuh, kotor, penuh PKL bahkan taman ditengah Alun-alun sudah tak terawat lagi. Seharusnya Alun-alun itu jadi kebanggan dan maskot sebuah kota.

Sebenarnya Alun-alun Bandung itu lebih bagus zaman dulu waktu sebelum dipugar dan dibangun mesjid baru dengan mengorbankan jalan besar disebrang kantor pos. Padahal Bandung itu sudah mulai macet dari dulu tapi masih nekad mengorbankan jalan demi membangun mesjid super besar yang penuhnya cuma ramadhan saja atau ada acara tertentu. Kalau hari biasa dalam mesjid kosong tapi halaman mesjid penuh dengan orang yang jajan disana karena diseputar mesjid banyak penjual makanan. Kalau dipikir-pikir, mau ibadah atau makan-makan di mesjid ya???


13710435541297226833
Alun-alun jadul sebelum dibangun mesjid raksasa foto bunnyatax.blogspot.com

Saya termasuk orang yang patah hati waktu alun-alun dipugar, saking sedihnya saya teramat sangat jarang pergi ke Alun-alun bahkan ke mesjidnya baru beberapa kali seumur hidup itupun sekedar lewat dan sama sekali tak terkesan walaupun ada mesjid megah dengan 2 menara tinggi, karena saya sudah cinta mati sama Alun-alun Bandung tempo dulu. Padahal cukup direnovasi dan diperindah saja Alun-alun zaman dulu itu tak perlu dibangun mesjid raksasa yang terkesan dipaksakan harus berada disitu padahal lahan tidak cukup...

Dengan calon walikota yang masih muda, seorang arsitek jenius dan berjiwa seni tinggi, saya berharap dia bisa mengubah Bandung lebih rapi, bersih, indah, tertib dan terawat. Saya berharap semoga calon yang diusung PKS dan Gerindra ini bisa membawa perubahan dan suasana baru bagi Bandung. Sudah saatnya yang muda dan berpotensi tinggi diberi kesempatan untuk memimpin.

Walaupun sekarang PKS sedang dilanda krisis karena kasus LHI dan dituding bermuka dua karena tidak mendukung kebijakan pemerintah dalam masalah kenaikan BBM. Tapi saya memberi kepercayaan pada PKS sekali lagi. Semoga pilihan saya tidak salah tapi jika calon dari PKS ini menang di Bandung... 

Tolong PKS jangan kecewakan saya sebagai rakyat jelata yang awam politik karena saya hanya bisa berharap dan berharap punya pemimpin yang bersih, merakyat dan bisa menata kota Bandung senyaman dan seindah dulu lagi. Ingat pepatah Bandung lautan api yaa, bukan Bandung lautan sampah atau Bandung lautan PKL...

Pengajuan Mengejutkan Charice Pempengco

Charice Pempengco


Penyanyi bersuara dahsyat asal Pilipina, Charice Pempengco mengakui kalau dia tidak suka pria alias Lesbian. Pengakuan yang cukup mengejutkan dari gadis mungil nan manis ini jadi berita utama di berbagai media seperti CNN, Hufftingtonpost dll. Selama ini penampilan Charice cukup feminin dan imut tapi setelahcomes out Charice tiba-tiba tampil beda, rambut dipotong cepak, badan gemuk, tangan bertato dan tomboy. Kalau diperhatikan penampilan Charice sekarang jadi mirip PSY.

Ketika ditanya alasannya kenapa Charice memilih jadi Lesbian? Charice menjawab bahwa sebenarnya orientasi seksualnya sudah dia rasakan sejak sebelum terkenal seperti sekarang, menurut Charice sebagian besar penggemarnya di Pilipina sudah tahu kalau dia Lesbian. Dia bahagia bisa terus terang dengan kondisinya saat ini, buat para penggemarnya yang bisa nerima kondisi dia, Charice mengucapkan banyak terimakasih tapi buat yang berbalik jadi membenci dia, Charice minta maaf..

Charice lahir di Cabuyao, Laguna, 10 Mei 1992. Ibunya, Raquel bercerai dengan ayahnya (karena kekerasan dalam rumah tangga) saat Charice berumur tiga tahun. Charice mulai ikut kontes menyanyi amatir sejak umur tujuh tahun. Pada tahun 2005, Charice mengikuti ABS-CBN's Little Big Star, sebuah pertunjukan bakat di Filipina yang mirip dengan American Idol dan meraih juara 3.

Tapi setelah ajang cari bakat itu popularitas Charice di Pilipina terus menurun, hingga suatu saat seseorang dengan nama False Voice mengunggah video Charice ke Youtube tahun 2007, berkat video itu namanya terkenal didunia maya karena banyak orang terpesona dengan suara Charice.


13709673181832383854
Penampilan Charice Sekarang mirip PSY sumber foto abcnews.com

Setelah melihat penampilan Charice di YouTube, seorang pembawa acara talk show terkenal Ellen DeGeneres mengundang Charice yang saat itu berumur 15 tahun di acaranya. Charice menampilkan dua lagu pada episode 19 Desember 2007 tersebut, yaitu I Will Always Love You dan And I Am Telling You I'm Not Going. Selain Ellen, Oprah Winfrey juga mengundang Charice diacaranya. (Lihat penampilan Charice saat pertama kali diundang ke Amerika disini )

Setelah tampil dikedua acara talk show bergengsi itu nama Charice semakin tenar di Amerika dan tawaran manggung terus mengalir, Charice pernah manggung bareng Celine Dion, Andrea Bocelli, David Foster dll bahkan dia juga pernah main di serial musical Glee di TV dan beberapa film layar lebar. Tahun 2012 lalu Charice sempat jadi juri X Factor Pilipina.

Bagi para penggemarnya di Amerika mungkin pengakuan Charice ini dianggap biasa karena banyak pesohor wanita disana yang sudah mengaku Lesbian tapi hal itu tak mempengaruhi karir mereka, misalnya Jodie Foster, Ellen De Generes, dll. Tapi apakah para penggemarnya di Asia terutama Indonesia siap menerima kondisi Charice?  Hanya waktu yang bisa menjawabnya apakah karir Charice tetap bersinar atau semakin redup dipanggung music dunia.

Salah satu penampilan terbaik Charice di ajang Oscar 2009 dengan lagu Listen, Beyonce

Ternyata Syahrini Bisa Nyanyi Cetar Membahana Badai

Syahrini


Lagi browsing lagu Listen, Beyonce versi Uma Tobing, Regina dan Leona tiba-tiba mata ini melihat video Syahrini di deretan video sebelah kanan, eh... rupanya dia juga pernah nyanyi lagu Listen secara Live di acara bukan empat mata Tukul Arwana.

Karena penasaran, aku klik videonya dan ternyata hasilnya cukup mengejutkan diriku yang selama ini anggap enteng Syahrini sebagai penyanyi yang jual tampang doang dan kalau ngomong suka lebay jadi begitu dengar nama Syahrini, perut ini langsung terasa mual. Karena itu aku engga pernah nonton Indonesia Mencari Bakat 3 sebab jurinya Syahrini...

Maaf banget yaa buat penggemar Syahrini, aku ngomong apa adanya tentang perasaanku pada Syahrini. Tapi setelah aku dengar dia nyanyi lagu Listen ini. Perasaanku agak berubah dan perutku engga mual lagi dengar nama Syahrini, aku bahkan kagum, "Wow.. this girl can really sing!!"

Walau nada dasar Syahrini sedikit lebih rendah dari versi Uma Tobing, Regina, Charice, Leona tapi Syahrini mampu membuktikan bahwa dia bisa menyanyikan lagu yang sulit ini secara indah, pas dengan karakter suaranya dan yang penting engga ada trik kasih mic ke penonton kalau suara sudah engga sampai ke high notes.  Syahrini membabat habis lagu ini dari awal hingga akhir secara live lagi...

Yaa... walaupun ada beberapa kata yang salah diucapkan misalnya "done" jadi "down" dan "You don't know I'm not feeling" harusnya "You don't know what I'm feeling" tapi secara keseluruhan Syahrini mampu menyanyikan lagu ini secara cetar membahana badai...

Setelah baca berbagai komentar, ternyata engga hanya aku yang kaget lho. Banyak komentar yang kaget sekaligus memuji penampilan Syahrini ini. Aku copy beberapa komentarnya:
"buseeettt...ga nyangka gw ternyata syahrini bisa nyanyi seperti itu, keep goin baby..haha.."
"lebih baik syahrini nyanyiin ini... daripada yang lebay... lebay... teh syahrini kayaknya dalam banget nyanyiin lagu ini :D"
"wahhhhhhhh baru kali ini aku liat syahrini tampil seperti ini, memang luar biasa.Coba kalo gak lebay n aneh aneh tingkahnya pasti jdi penyanyi bener n berkualitas ini.."

"bener2 speechless, langsung ngerasa berdosa selama ini udah under estimate kualitas Syahrini...ternyata this girl really can sing it very well. ternyata mmg selama ini pilihan lagu nya dia aja yg terkesan main-main n sangat ingin memenuhi pangsa pasar, padahal potensi dia bs lbh besar di lagu yg lebih berkualitas. salut syahrini"

Kalau penasaran, lihat penampilan Syahrini yang sesuatu banget dibawah ini ▼

Saat Meninggal Jenazahnya di Shalatkan Ratusan Orang

Ilustrasi 


Pada saat Uje meninggal, jenazahnya dishalatkan oleh ratusan ribu orang dan pemandangan itu mampu menggetarkan hati seorang muslim, karena didoakan dan dishalatkan banyak orang pada saat meninggal, adalah salah satu impian muslim untuk mengantarnya kembali pada sang pencipta setelah sekian lama mengembara didunia.
Ibu Tini, Seorang wanita berusia 65 tahun yang rajin mengikuti berita tentang Uje menangis saat melihat begitu banyaknya massa yang menyalatkan jenazah Uje. Aku mengerti apa yang menjadi kepedihan hatinya. Ibu Tini adalah seorang anak yatim piatu walau dia lahir dari keluarga besar dan punya 8 saudara lain tapi 4 sudah meninggal dan semua saudara terpencar pisah kota. Kalau dihitung jumlah saudaranya dari 1 keluarga ada 26 orang (adik, kakak, keponakan).
Ibu Tini sendiri tidak punya anak karena tidak pernah menikah dan sejak pensiun dia tinggal dengan adiknya di Jakarta. Saat berita tentang kematian Uje masih hangat, ibu Tini pernah bilang jika dia meninggal mungkin hanya sedikit orang yang menyalatkan dia mengingat dia hidup sendiri tak punya anak cucu. Saudara-saudaranyapun terpisah jauh. Dan sejak pensiun dia tidak aktif bersosialisasi hanya diam dirumah saja. Sungguh memilukan tak punya anak cucu dan teman dihari tua. Kalaupun semua berkumpul mungkin tak sampai 50 orang yang akan menyalatkannya kelak katanya...
Saat itu aku hanya bisa menghibur hatinya dengan mengatakan bahwa Uje adalah seorang yang terkenal dinegri ini wajar jika beliau dishalatkan oleh ratusan ribu orang. Tapi waktu itu ibu Tini sempat berdoa semoga dia tidak meninggal dalam kesendirian dan kesepian tapi dishalatkan oleh banyak orang...
Sebulan yang lalu bu Tini kena stroke dan harus menjalani perawatan intensif dirumah, setelah kondisinya membaik dan bisa jalan lagi seperti semula, ibu Tini tiba-tiba kena stroke lagi hingga akhirnya meninggal dunia hari kamis lalu. Tapi siapa yang menduga pada hari kamis itu dimesjid dekat rumah bu Tini yang kapasitasnya cukup besar, sedang ada kegiatan kajian dan pengajian karena ustadnya cukup terkenal, acara itu hadiri oleh ratusan orang hingga mesjid penuh sesak.
Adiknya ibu Tini yang kenal dengan panitia dan beberapa orang yang terlibat dalam acara itu ditawarkan oleh mereka untuk membawa jenazah ibu Tini dan dishalatkan dimesjid itu. Tentu saja tawaran itu disambut dengan suka cita oleh adik ibu Tini. Setelah beres dimandikan dan dikafani, jenazah ibu Tini ditandu ke mesjid itu lalu dishalatkan oleh ratusan jemaah yang sedang berkumpul disana. Tak hanya itu ketika jenazah dibawa ke Bandung (karena adik-adiknya minta dimakamkan di Bandung) ternyata jumlah tamu diluar dugaan.
Teman-temannya yang dulu tak pernah kontak sama sekali tiba-tiba muncul begitu tahu berita ibu Tini meninggal kebetulan adiknya punya alamat 1 sahabat bu Tini dulu, sahabatnya itulah yang menyebarkan berita kematiannya. Belum lagi saudara-saudara yang lain (bukan saudara kandung) dari pihak ibu dan ayahnya banyak yang datang bawa anak cucunya ikut menyalatkan Almarhum dan mengantarkan hingga pemakaman.
Akupun terharu menyaksikan pemandangan itu, Allah ternyata mengabulkan doa ibu Tini dengan cara yang tak terduga. Secara logika karena bu Tini hidup menyendiri tak akan banyak orang yang menyalatkan jenazahnya tapi Allah berkendak lain... Semasa hidupnya ibu Tini termasuk dermawan dan mudah menolong orang lain. Mungkin kebiasaan baiknya itulah yang membuat doa Ibu Tini terkabul walau dia bukan siapa-siapa dan tak setenar Uje tapi keinginannya dishalatkan banyak orang akhirnya tercapai juga...

Umur 16 Tahun Jadi Simpenan Petinggi Partai

Ilustrasi


Mira dan Yasmin, dua wanita berusia 30an itu tampak asyik menonton berbagai berita di TV, saat itu tema berita seolah dimonopoli oleh 2 dara belia yang jalan hidupnya jauh berbeda bagai langit dan bumi. Yang satu gadis SMA yang tenar berkat ajang cari bakat yang satu anak SMK yang tengah dilanda gosip karena menjadi istri muda pejabat partai besar di Indonesia.
"Hebat ya, umur 16 tahun udah meraih sesuatu yang sangat aku impikan waktu seumur dia. Ingat ngga dulu aku pengen banget jadi penyanyi atau model terkenal... Padahal penampilan kontestan itu sederhana, kalau dipikir-pikir aku kurang apa coba dibanding dia?? Tapi koq ngga ngetop-ngetop yaa..." kata Yasmin.
"Kurang hoki kali...tapi kan kamu udah kaya sekarang, mau nyari apalagi?" tanya Mira.
"Bedalah, aku kaya dengan jalan yang salah...Kadang kalau hati nuraniku lagi terusik, aku suka merenung apalah artinya hidup bergelimang harta haram..." Yasmin berkata pelan
"Harta haram, maksudnya???" Mira nampak bingung
Yasmin menghela napas panjang, wajahnya tampak sedih, "Kamu tahu gosip tentang anak SMK yang jadi istri muda petinggi partai?"
"Oh ya heboh banget tuh beritanya!" Kata Mira
"Iya, aku juga pernah punya affair sama pejabat partai..." kata Yasmin lirih...
"Haah... beneran?? Kamu engga bercanda niih??" Tanya Mira dengan nada tinggi
"Engga Mir, swear!!.dan yang lebih parah aku engga pernah dinikahi, cuma dijadiin simpenan doang..." usai berkata itu tiba-tiba Yasmin menangis. Mirapun memeluk dan mencoba menenangkan Yasmin walaupun dia sangat terkejut dengan pengakuan sahabatnya itu.
Beberapa menit berlalu tanpa sepatah katapun terucap, keduanya bagai terlarut dalam emosi.... Sejenak Mira menerawang ke masa 15 tahun lalu tepatnya tahun 1998. Saat mereka masih berusia 16 tahun, dulu Yasmin adalah kembang SMA, wajahnya cantik dan unik karena ada perpaduan antara Ayah Pakistan dan ibu Sunda. Tak hanya cantik, tubuh Yasmin tinggi sekitar 170cm, dada besar,rambut hitam panjang, mata belo berwarna coklat yang indah dan bibir tebal menawan, badannya Sexy baget, pokoknya Yasmin bagaikan Diva Bollywood.
Tapi kondisi ekonomi Yasmin tak seperti Mira, setelah ayah Yasmin meninggal, kehidupan keluarga Yasmin pas-pasan. Ibu Yasmin harus bekerja banting tulang untuk menghidupi 3 anaknya. Sejak kelas 2 SMA Yasmin dan Mira pisah, Mira pindah ke Eropa bersama keluarganya. Beberapa kali keduanya sempat saling berkirim surat, tapi setelah itu Yasmin menghilang bagaikan ditelan bumi. Mereka tak pernah kontak bertahun-tahun lamanya. Sampai akhirnya Facebook mempertemukan mereka kembali...
Begitu pulang ke Indonesia, Mira sering bertemu Yasmin, hubungan mereka akrab dan erat lagi seperti dulu, jalan bareng, curhat dan saling mengunjungi. Hingga suatu hari Yasmin datang kerumah Mira, kebetulan suami dan anak-anak Mira lagi pergi jadi mereka berdua bebas ngobrol ngalor ngidul hingga akhirnya Yasmin curhat tentang masa lalunya yang kelam...


13700043821966416796
(Ilustrasi, Richard Gere dan Julia Roberts di Film Pretty woman. foto chacha.com)

"Kamu masih ingat waktu ngantar aku audisi di agensi yang kantornya deket SMA kita, yang nyari calon penyanyi dan model?" Tanya Yasmin memecah kesunyian
"Oh iya, tapi kan kamu engga dapat panggilan lagi." Kata Mira, dia ingat Sejak di SMP Yasmin sering ikut audisi dan lomba nyanyi atau model tapi semua itu belum mampu melambungkan namanya.
"Sebenarnya aku dapat panggilan, tapi lama banget 2 bulan kemudian... aku dah ngga minat saat itu karena aku lagi jatuh cinta jadi lupa segalanya..." kenang Yasmin
"Jatuh cinta ama siapa?" tanya Mira
"Ingat ngga dulu dikantor agensi itu, ada cewek nyamperin aku ngasih kartu nama. Katanya dia  punya event organizer plus pencari bakat yang suka ngorbitin artis, namanya Teh Emi?"
"Wah lupa lagi, emang kenapa?" Kening Mira berkerut mencoba mengingatnya
"Engga lama setelah kamu pergi ke Eropa, aku ditelpon Teh Emi ngajak ketemuan. Dia cerita macam-macam deh tentang dunia entertainment, dia kenal pejabat, bos-bos majalah, TV, wah banyak deh. Malah dia ngajak aku nemui seorang pejabat. Kata Teh Emi , bapak itu punya jabatan tinggi di partai besar, termasuk kroni ex penguasa negri ini dan punya pengaruh kuat di Jabar. Dulu aku sempat nolak, abis engga PD ketemu pejabat. Tapi Teh Emi pinter banget ngerayuku, dia ngeyakini aku kalau ingin terkenal mesti nemui bapak ini. Dia bisa bantu aku ngeraih mimpiku, karena duitnya segudang katanya" Yasmin menghela napas sejenak dan melanjutkan ceritanya,
"2 minggu kemudian aku dan bu Emi ketemu Bapak itu direstoran mahal. Waktu aku ketemu Pak Ridwan, aku deg degan juga. Umurnya 52 tapi cakep lho, awet muda kayak umur 40an deeh, dia masih keturunan Arab, hidung mancung, kulit putih, badannya ideal. Aku nyaris engga percaya... waktu belum ketemu, aku ngebayangin bakal nemuin bapak tua, gendut, jelek tapi ini benar-benar diluar dugaanku. Saat itu aku merasa ada seberkas cahaya yang bakal nerangin hidupku."
"Duuh kayak lagunya Nike Ardilla aja, seberkas sinar." Potong Mira, Yasminpun tersenyum
"Beneran koq, dia sempat jadi sinar dalam hidupku walau akhirnya sinar itu padam... Sejak pertemuan itu, Pak Ridwan sering telpon aku. Kami sering jalan, dia sering ngasih kado, apa aja yang aku mau dia kasih, perhiasan,HP, jam tangan, beli barang-barang bermerk, waah pokonya saat itu aku bener-bener ngerasa seperti Julia Roberts di film Pretty Woman. Aku engga peduli dia 36 tahun lebih tua, aku engga peduli dia udah punya istri malahan saking cintanya aku sama dia sampai aku rela kehilangan virginity sama dia!!" Kata Yasmin sambil berlinang air mata
"Hah, dah punya istri, emang mama kamu setuju?" potong Mira
"Mama nentang hubungan kami, tapi aku bandel akhirnya Mama nyerah juga lihat perasaan cintaku ke Ayah, oh ya aku panggil pak Ridwan Ayah. Malah Mama nyuruh aku nikah tapi waktu itu aku malu kalau nikah muda jadi aku nikmati saja hubungan bebas ini. Buat ngebeli hati Mama, Ayah support keluarga kami, tiap bulan ayah kasih uang yang jauh lebih gede dari gaji Mama. Rumah kami yang jelek itu direnovasi buat Mama dan adik-adiku tapi aku pindah ke rumah baru yang dibeliin ayah sekalian ngehindari gosip tetangga dirumah lama. Aku dikasih mobil, diajak jalan jalan ke luar negri, pokoknya ayah manjain aku banget deh."
"Tapi udah 2 tahun pacaran, ayah mulai berubah. Kami jarang ketemu, jarang nelpon kalau kutelpon engga pernah dijawab, alasannya sibuk dan istrinya curiga jadi harus jaga jarak dulu. Hingga suatu saat Ayah datang, dia mutusin hubungan kami karena istrinya tahu dan ngancam ayah, oh ya istri ayah anak pejabat besar lho. Makanya ayah agak tunduk sama dia. Ayah juga bilang engga bisa ngasih uang bulanan lagi. Kami bertengkar hebat tapi ayah tetap pergi ninggalin aku yang terluka."
"Kamu engga hamil ?" Tanya Mira
Yasmin terdiam sejenak," Engga Mir, ayah udah disteril... Sejak ayah ninggalin aku, hidupku berubah total. Aku frustrasi, aku jadi suka dugem, mabok, kuliahku sempat berantakan. Pokoknya hidupku ngga keruan. Dulu aku miskin lalu ketemu ayah yang ngenalin aku gaya hidup kelas atas, tiba-tiba ayah ninggalin aku begitu aja... aku patah hati, bingung, panik karena aku ngga sudi balik lagi jadi miskin!!"
"Sampai suatu saat aku ketemu Teh Emi lagi. Aku jadi dekat dan sering jalan sama Teh Emi, lama-lama aku tahu kalau Teh Emi ini selain punya EO, dia juga suka cari cewek anak SMA, mahasiswi, artis, buat pesanan pejabat, pengusaha atau siapapun yang berani bayar sangat mahal karena teh Emi ini Mamih high class. Ada yang short term ada yang dijadiin simpenan.. Karena aku pernah beberapa kali jadi cover majalah dan sempet ngeluarin album, biarpun jeblok tapi dengan status artis dan mahasiswi, mudah banget buatku nyari Boss yang tergila-gila padaku."
"Sebenarnya dari dulu juga udah banyak anak SMA pacaran sama Boss. Tapi sebagian besar skandal masih bisa ditutupi dengan rapih. Pers dulu ngga kayak sekarang. Kamu tahu ngga dulu awal tahun 2000an, penyanyi sexy yang umur 18 tahun dah tenar? Dia itu dari umur 16 tahun udah dipiara ama produser lho, Terus ada penyanyi lain seangkatan dia, berapa kali bikin album jeblog terus tapi rumahnya harga milyaran, gaulnya  ama sosialita mulu eh ternyata dia itu dari umur 18 udah jadi simpenan pengusaha negri jiran.." Yasmin terus bercerita sambil menyebut beberapa nama lagi...
Mira tampak terkesima dengan cerita Yasmin hingga tak mampu berkata-kata, melihat sahabatnya bengong Yasmin bicara lagi, "Begitulah kehidupanku Mir, aku bagaikan piala bergilir. Aku bergelimang uang karena tarifku sangat mahal. Tapi aku lebih suka short term daripada jadi simpenan atau istri kedua. Aku sering ke Singapore atau negara lain hanya untuk ngelayani pejabat VVIP biar skandal kami engga tercium media..."
"Kenapa engga berhenti, mulai cari suami dan punya anak udah kepala 3 lho?" Tanya Mira
"Aku dah berusaha tapi belum nemu yang tulus mencintai aku dan mau nerima aku apa adanya.."
Tiba-tiba HP Yasmin berdering, diapun pergi ke teras dan asyik mengobrol meninggalkan Mira yang melongo seorang diri seolah masih sulit mencerna apa yang didengar dari sahabatnya. Ada rasa kasihan, sedih bahkan jijik membaur dihatinya. Padahal diusianya yang 31 Yasmin masih sangat cantik dan sexy. Tapi kenapa hidupnya seperti ini? Apa yang dia cari???
"Mir, Sorry  banget aku engga jadi nginap dirumahmu aku ngedadak harus nemui seseorang. Kamu ngga marah kaan? Nanti aku sambung lagi ceritanya yaa, pokoknya aku mau curhat ama kamu!!"
"Emang siapa sih yang nelpon?" tanya Mira
"Sorry yang ini rahasia, Mir. Cukup aku aja yang tahu. Pokoknya ikan paus euy, aku mau dibeliin Ferrari lho..," kata Yasmin sambil membedaki wajahnya, setelah cipika cipiki diapun bergegas meninggalkan Mira yang masih bengong dengan cerita sahabatnya itu...

Ajang Cari Bakat Program Zionis? Tapi Finalis Arab Idol dari Palestina

Finalis Arab Idol 2013


Pengamat gerakan zionisme Muhammad Pizzaro Novelan Tauhidi mengungkapkan pendapatnya tentang ajang pencarian bakat seperti American Idol, x Factor dll sebenarnya tidak lepas dari program Zionis. Pernyataan itu dirilis oleh website VOA Islam dan Arrahmah.com (baca berita lengkapnya disini )
Lebih lanjut Pizaro menjelaskan, sama seperti American Idol, X Factor dibentuk oleh Simon Cowell dan diproduksi Fremantlemedia yang dimiliki Rupert Murdoch. Simon Cowell dan Rupert Murdoch (keduanya berdarah Yahudi), adalah para kreator yang sangat gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke negara-negara muslim.
Padahal American Idol hasil kreasi Simon_Fuller bukan Simon_Cowell. Bahkan pada tahun 2011 Simon Fuller pernah menuntut Simon Cowell karena membuat ajang cari bakat baru yang mirip American Idol yaitu X Factor. Fremantlemedia sendiri pemiliknya bukan Rupert Murdoch tapi Berteslman Grup yang perusahaannya berpusat di London dan Jerman,sahamnya dimiliki oleh 75% pengusaha Jerman dan 25% pengusaha Austria. (Silahkan baca  FremantleMedia dan Bertelsmann, apa ada nama Rupert Murdoch?)
Pizaro juga mengatakan, "Di luar negeri sana, acara X Factor tidak banyak direspon oleh umat muslim, karena mereka tahu siapa dalang di balik acara ini. Meski ada kontestan muslim seperti Yousseph Slimani pada acara The X Factors tahun 2005 di Inggris, tapi respon muslim Inggris tidak seperti di Indonesia. Karena mereka tahu, acara seperti X Factors tidak akan pernah bisa menaikkan harkat dan martabat muslim di Inggris. Hasilnya, Yousseph Slimani hanya sampai babak perempat final."
Pizaro mungkin lupa bahwa Zayn Malik salah seorang anggota One Direction, Boys Band yang sangat terkenal saat ini, sukses berkat ajang X Factor Inggris 2010 dan Zayn Malik beragama Islam. Tak hanya di Indonesia, acara macam ini sukses di Arab. Acara seperti Arab Idol, X Factor Arab dan The Voice Arab diikuti oleh banyak peserta dari berbagai negara Arab dan finalis acara Arab Idol adalah pemuda Palestina dari Gaza. Bahkan presiden Palestina Mahmud Abbas menelpon langsung Mohammed Assaf menyatakan dukungan dan kebanggannya terhadap Assaf yang lolos ke final. Seandainya acara ajang cari bakat macam Arab Idol itu produk zionis mana mau pemuda Palestina apalagi dari Gaza ikut kompetisi seperti itu??
Kata Pizaro, "Dengan kemenangan Fatin akan ada semacam pembenaran bagi kaum muslimah berbondong-bondong membanjiri ajang pencarian bakat seperti ini. Tubuh dan wajah mereka menjadi santapan 250 juta bangsa Indonesia. Mereka meliuk-liuk dan bersaut-saut hanya demi ribuan SMS. Muslimah-muslimah kita nanti memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakan Yahudi ini dengan satu kalimat: 'Tidak masalah selama kami berjilbab' Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita."
Padahal kalau kita perhatikan para peserta ajang cari bakat di Arab Idol, x Factor Arab dan The Voice Arab tak ada satupun yang berjilbab. Yang paling parah adalah juri X Factor Arab, Nancy Ajram penyanyi sexy dari Lebanon ini saat penjurian pakai baju yang nyaris memperlihatkan puting dadanya saking rendahnya belahan bajunya. Padahal itu acara dilihat oleh jutaan orang Arab. Dulu Agnes Monica pernah tampil sexy saat jadi juri Indonesian Idol dan belahan dadanya sedikit terlihat tapi tidak separah Nancy Ajram. Busana Nancy itu sempat menjadi sorotan berbagai media massa di Arab.
Seandainya X Factor Indonesia didalangi zionis Yahudi, kenapa ketua Majelis Ulama Indonesia tidak mengeluarkan fatwa haram bagi muslimah untuk mengikuti acara itu? Bahkan sebaliknya ketua MUI mengirim surat pada Fatin yang isinya mendukung Fatin diacara itu.
Sebaiknya jangan terlalu mudah menuduh konspirasi zionis, kita lihat sisi positifnya saja, apa yang diraih Fatin ini bisa jadi sumber inspirasi bagi remaja putri untuk berkarya dan meraih mimpi tanpa harus mengobral aurat. Seperti kita ketahui dunia musik dan hiburan sarat dengan penampilan yang sexy dan vulgar. Setidaknya Fatin bisa memberi contoh bahwa tidak perlu sexy dan ngumbar aurat untuk bisa terkenal didunia hiburan. Apalagi Fatin pernah beberapa kali ikut lomba MTQ hal itu semakin membuat banyak orang kagum karena Fatin tak hanya bisa menyanyi juga jago mengaji. Dan fasih mengaji al Quran adalah suatu hal yang jarang dikuasai oleh anak-anak muda sekarang terutama yang hidup di kota besar.

Friday, May 31, 2013

Maafkan Aku Tak Bisa Membalas Cintamu, karena...



13695581622055877830
Matt Damon, foto fanpop.com
Ruang fitness itu riuh dengan teriakan para wanita yang sibuk mengikuti langkah instruktur aerobic yang bergerak sangat dinamis kesana kemari sesuai irama demi membakar lemak yang menggelambir dibadan. Lagu-lagu pop yang sudah diremix jadi lebih ngedance terasa begitu menghentak dan menambah semangat, mulai dari PSY, Lady Gaga, Jennifer Lopez, Swedish House Mafia, David Guetta hingga terakhir Call Me Maybe Carly Rae Jepsen.
Sambil bergoyang mengikuti irama, akupun menyanyi syair lagu penyanyi imut itu,
"Hey, I just met you, And this is crazy, But here's my number, So call me, maybe?"
"It's hard to look right, At you baby, But here's my number, So call me, maybe?"
"Hey, I just met you, And this is crazy, But here's my number, So call me, maybe?"
"And all the other boys, Try to chase me, But here's my number, So call me, maybe?"
Lagu itu begitu kusukai hingga hapal liriknya diluar kepala aku sudah tak peduli ibu-ibu yang melirik padaku karena terus bernyanyi, mungkin telinganya terganggu dengar suaraku yang cempreng... Habis senam keringat mengucur begitu deras, akupun duduk di cafenya sambil nunggu antrian ruang ganti. Gara-gara lagu Call Me Maybe pikiranku melayang pada seorang pria...
*************
Pria itu bernama Dieter dia begitu tampan dan wajahnya mirip Matt Damon, badannya sangat atletis persis seperti pria yang ada divideo Call Me Maybe. Perkenalannya denganku terjadi karena aku tinggal satu rumah dengan dia, rumah itu ada 3 kamar yang disewakan untuk mahasiswa. Sebenarnya aku lebih suka tinggal di Studenten Wohnheim (asrama mahasiswa) tapi karena masuk daftar tunggu, terpaksa aku sewa dirumahan sambil nunggu ada tempat di asrama.
Saat itu aku tinggal dengan Dieter dan Udo yang sudah punya pacar dan sempat dibawa kerumah. Tak seperti Udo yang jarang ada dirumah, Dieter sering berada dirumah. Awalnya dia acuh padaku tapi karena aku sering masak, lama-lama dia suka nangkring juga didapur mencicipi masakanku. Beberapa kali dia memuji masakanku membuatku tambah semangat masak, hati siapa yang tak berbunga-bunga dipuji oleh pria tampan? Karena makanan hubungan kami jadi dekat, aku sering cuthat sama dia dan dia jadi pendengar yang baik walau dia tak terlalu banyak cerita tentang keluarganya. Karena kedekatan itulah timbul benih-benih cinta dihatiku, kalau sedang sendiri dikamar aku sering membayangkan wajah dan tubuhnya yang berotot...
Hari berganti hari aku semakin semangat membuat masakan yang enak, aku sengaja belajar masakan Italy kesukaannya, mulai dari spaghetti, lasagna dan macaroni Schottel. Diapun semakin senang karena aku sering membuatkan makanan untuknya. Udo yang jarang pulang membuat rumah terasa milik kami berdua.Kami juga beberapa kali nonton bersama dan jalan-jalan menyusuri pusat kota tua Heidelberg yang indah. Sejak memendam cinta aku begitu rajin merawat badanku biar dia terpesona padaku. Pernah dia memegang tanganku dan membelainya sambil berkata,
"Kulitmu indah sekali, disini kami rela berjemur-berjam-jam atau tanning biar punya kulit coklat sepertimu" wah... betapa melambungnya perasaanku saat itu,
Dalam hati aku berkata," Engga percuma dulu tak tergoda berbagai macam krem pemutih badan, karena kulit coklat disini ternyata lebih sexy, hihhi..."
Setelah dia berani membelai tanganku, aku jadi GR jangan-jangan itu pertanda dia suka padaku... Awalnya aku sabar menunggu, tapi hari demi hari berganti tak ada sepatah kata cintapun keluar dari mulutnya padahal hubungan kami semakin akrab. Hingga suatu saat aku sudah tak tahan lagi memendam rasa cinta ini, aku menatap cermin dan kupandangi wajah dan seluruh tubuhku, apa yang kurang siiih?? Kenapa dia tak tertarik padaku? Apakah dia sudah punya pacar? Tapi aku tak pernah lihat dia bawa cewek kerumah ini. Akhirnya aku putuskan untuk menyatakan cintaku padanya.
Setelah beres di kampus, aku langsung ke supermarket terdekat belanja bahan makanan untuk dinner, aku akan buat masakan yang super lezat biar dia semakin terpesona dan usahaku untuk "nembak" lancar.
Tapi seperti ada bisikan dalam hatiku, "Jangan nembak duluan, malu doong kamu kan cewek, mana harga dirimu??"
Tapi disisi lain, seolah ada yang manasi,"Kalau kamu engga nembak duluan, kapan jadiannya?? Please deeh hari ginii, masih nunggu cowok nembak duluan??."
Akhirnya pertarungan hati dimenangkan oleh sipemanas... Setelah beres belanja aku segera bergegas menuju rumah tak lupa kuambil sekotak es krim dan sebotol Liqueur kesukaannya.
Aku tahu Dieter sangat suka daging ayam, aku mau buat ayam bakar dan Farfalle (spageti yang bentuknya seperti kupu-kupu) dipadukan dengan udang, asparagus + sahne (susu kental) hmm rasanya maknyoos... Setelah beres masak akupun berendam di bathtub sewangi mungkin lalu aku memakai pakaian casual tapi sexy.


13695563631387557372
Ayam bakar foto wienerwald.co.it
Tak lama kemudian dia pulang, tapi aku sengaja tak keluar kamar aku ingin dia yang mengetuk pintuku... Kira-kira sejam kemudian terdengar ketukan dipintuku...
"Hai, aku lihat makanan didapur, untuk siapa?" tanyanya padaku
"Oh, aku sengaja masak, untuk kita berdua, yuk kita makan!" kataku
Waktu lihat masakanku, mata Dieter langsung berbinar,
"Wow... super!! katanya.
Dia nampak menelan air liur melihat ayam panggang yang menggiurkan didepan matanya. "Hmmm... menu yang istimewa, ada ayam bakar, Farfale udang, salat zuchini, Es krim, Liqueur ada apa nih? Tanyanya padaku. Ku jawab, "Ah engga ada apa-apa hanya ingin masak enak saja buatmu."
Kamipun makan sambil diselingi obrolan ringan, aku tak begitu banyak bicara karena hatiku begitu gemuruh dan berdebar-debar memikirkan apa yang akan kukatakan padanya?? Usai makan dan menyantap es krim yang dicampur dengan sedikit liqueur, mendadak tubuhku terasa hangat dan rasa percaya diriku bertambah... akupun terdiam sejenak menyusun kekuatan, "Duuh betapa sulitnya menyatakan cinta, rasanya seperti menahan beban ratusan kilo..." tapi aku menguatkan batin karena aku merasa yakin Dieter juga mencintaiku...
"Dieter..." suaraku agak sedikit tercekat... "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi janji jangan menertawaiku yaaa...!" Kataku
"Oke, bilang saja, aku janji tak akan mengecewakanmu..." Katanya sambil tersenyum...
"Ich Liebe Dich..." kataku lirih sambil menatap matanya penuh harap...
Tiba-tiba raut wajah Dieter berubah, agak memerah dan matanya menatap nanar padaku... suasana hening itu terasa begitu menyiksa... Berbagai perasaan berkecamuk dihatiku. Karena dia diam tak mengeluarkan sepatah katapun, akhirnya aku berdiri
"Maaf aku sudah membuatmu kaget, aku hanya ingin mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku tersiksa memikirkan ini setiap hari.." Akupun beranjak dari meja mau menuju kamarku. Tiba-tiba Dieter memegang tanganku, tanpa sepatah katapun dia menarik tanganku menuju kamarnya. Hatiku berdebar sangat kencang karena tak seperti biasanya dia mengizinkan orang lain masuk kamarnya termasuk aku walaupun kami tinggal serumah, kamarnya selalu tertutup dan jika pergi selalu dikunci hingga aku tak pernah tahu isi kamarnya.
Diapun jarang sekali masuk kekamarku, kami selalu ngobrol didapur atau diteras. Sempat terlintas rasa heran dalam benaku, kenapa dia begitu tertutup dengan kamarnya? Tapi kupikir mungkin kebiasaan orang Bule ketat dengan privacy jadi akupun tak ambil pusing... Begitu kamarnya terbuka, tampak begitu rapih dan ada tumpukan majalah disamping ranjangnya.
Dia bilang, "duduklah" lalu dia mengambil satu majalah sambil berkata,
"Aku benar-benar minta maaf padamu, aku mengerti perasaanmu padaku, tapi aku menyesal tak bisa membalas cintamu..." Hening sejenak... dia melanjutkan,"karena aku... karena aku... gay..."
Katanya sambil memberikan majalah yang dipegangnya padaku...
Dhuaaarr... kupingku bagai disambar halilintar, berbagai perasaan berkecamuk dihatiku antara malu, terhina, sedih, sakit dan sesuatu yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Akupun melirik majalah yang dia berikan padaku ternyata majalah pria dewasa khusus Gay... Ingin rasanya aku berlari dan meninggalkan rumah itu sesegera mungkin.
Dieter seperti mengerti perasaanku, "Tak perlu malu, aku tetap jadi teman setiamu. Maafkan aku, karena aku tak bisa mencintai wanita... Tapi selama ini aku lebih suka diam dengan kondisiku ini. Akupun tak menyangka kamu mencintaiku karena sikapmu selama ini terlihat wajar dimataku, seperti layaknya seorang sahabat... jadi aku tak menyangka kamu mencintaiku... maafkan aku yaa..."
Dengan langkah gontai akupun berjalan menuju kamarku dan menghempaskan badanku dikasur, dalam hati aku mengumpat "uuuh bodohnya aku!! kenapa tak bisa melihat dia Gay?? dia begitu gagah, atletis dan gentleman mana mungkin dia gay??, aku engga percaya!!! tapi majalah2 itu???" Akupun melihat isi majalah yang dia berikan padaku, kepalaku langsung pening dan dunia terasa berputar melihat adegan mesra antara dua pria dimajalah itu. Kulempar majalah itu sekerasnya dan akupun terus menangis hingga tertidur..
Esok paginya Dieter sudah tak ada, menjelang sore dia pulang kerumah dengan seorang pria tampan yang imut, cute tapi badannya lebih mungil sekilas saja aku dah bisa lihat kalau cowok ini pasti maho beda dengan Dieter yang macho hingga sulit dipercaya dia gay.
"Kenalkan, temanku Oliver" kata Dieter. Kami berbasa-basi sebentar dan merekapun masuk kamar, aku sudah tak mau membayangkan apa yang terjadi dikamar itu aku keluar rumah menelusuri jalanan kota tua dengan hati terluka... Whoaa.. ginilah rasanya ditolak cinta...
Sejak itu hubungan kami agak canggung, walau aku berusaha bersikap biasa tapi rasa malu sudah begitu meraja didada, untunglah tak lama kemudian aku dapat surat pemberitahuan ada kamar kosong di asrama mahasiswa. Aku melompat gembira seolah terlepas dari beban sangat berat, akhirnya... ada alasan yang kuat untuk angkat koper dari situ meninggalkan Dieter dan Oliver yang nampak semakin mesra dari hari kehari...
"Hey!! Ngelamun aja, engga mandi?" Kata Nina teman senamku yang baru keluar dari ruang ganti. Teriakan Nina itu sontak membuyarkan lamunanku,
"Oh ya... tadi penuh makanya nongkrong dulu disini.." kataku..
"Udah agak kosong tuh.." kata Nina
"Oke deh aku mandi dulu yaa bau heok niih, hihihi..." kataku...
Akupun bergegas keruang ganti sambil mulut komat kamit bernyanyi mengikuti lagu Call Me Maybe yang kembali bergema diruangan itu
"Hey, I just met you, And this is crazy, But here's my number, So call me, maybe?"
"It's hard to look right, At you baby, But here's my number, So call me, maybe?"...
























































Ajang Cari Bakat Program Zionis? Tapi Finalis Arab Idol dari Palestina

13696634281458221153
Mohammed Assaf, finalis Arab Idol dari Gaza Palestina foto yourmiddleeast.com
Pengamat gerakan zionisme Muhammad Pizzaro Novelan Tauhidi mengungkapkan pendapatnya tentang ajang pencarian bakat seperti American Idol, x Factor dll sebenarnya tidak lepas dari program Zionis. Pernyataan itu dirilis oleh website VOA Islam dan Arrahmah.com (baca berita lengkapnya disini )

Lebih lanjut Pizaro menjelaskan, sama seperti American Idol, X Factor dibentuk oleh Simon Cowell dan diproduksi Fremantlemedia yang dimiliki Rupert Murdoch. Simon Cowell dan Rupert Murdoch (keduanya berdarah Yahudi), adalah para kreator yang sangat gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke negara-negara muslim.
Padahal American Idol hasil kreasi Simon_Fuller bukan Simon_Cowell. Bahkan pada tahun 2011 Simon Fuller pernah menuntut Simon Cowell karena membuat ajang cari bakat baru yang mirip American Idol yaitu X Factor. Fremantlemedia sendiri pemiliknya bukan Rupert Murdoch tapi Berteslman Grup yang perusahaannya berpusat di London dan Jerman,sahamnya dimiliki oleh 75% pengusaha Jerman dan 25% pengusaha Austria. (Silahkan baca FremantleMedia dan Bertelsmann, apa ada nama Rupert Murdoch?)
Pizaro juga mengatakan, "Di luar negeri sana, acara X Factor tidak banyak direspon oleh umat muslim, karena mereka tahu siapa dalang di balik acara ini. Meski ada kontestan muslim seperti Yousseph Slimani pada acara The X Factors tahun 2005 di Inggris, tapi respon muslim Inggris tidak seperti di Indonesia. Karena mereka tahu, acara seperti X Factors tidak akan pernah bisa menaikkan harkat dan martabat muslim di Inggris. Hasilnya, Yousseph Slimani hanya sampai babak perempat final."
Pizaro mungkin lupa bahwa Zayn Malik salah seorang anggota One Direction, Boys Band yang sangat terkenal saat ini, sukses berkat ajang X Factor Inggris 2010 dan Zayn Malik beragama Islam. Tak hanya di Indonesia, acara macam ini sukses di Arab. Acara seperti Arab Idol, X Factor Arab dan The Voice Arab diikuti oleh banyak peserta dari berbagai negara Arab dan finalis acara Arab Idol adalah pemuda Palestina dari Gaza. Bahkan presiden Palestina Mahmud Abbas menelpon langsung Mohammed Assaf menyatakan dukungan dan kebanggannya terhadap Assaf yang lolos ke final. Seandainya acara ajang cari bakat macam Arab Idol itu produk zionis mana mau pemuda Palestina apalagi dari Gaza ikut kompetisi seperti itu??
Kata Pizaro, "Dengan kemenangan Fatin akan ada semacam pembenaran bagi kaum muslimah berbondong-bondong membanjiri ajang pencarian bakat seperti ini. Tubuh dan wajah mereka menjadi santapan 250 juta bangsa Indonesia. Mereka meliuk-liuk dan bersaut-saut hanya demi ribuan SMS. Muslimah-muslimah kita nanti memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakan Yahudi ini dengan satu kalimat: 'Tidak masalah selama kami berjilbab' Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita."
Padahal kalau kita perhatikan para peserta ajang cari bakat di Arab Idol, x Factor Arab dan The Voice Arab tak ada satupun yang berjilbab. Yang paling parah adalah juri X Factor Arab, Nancy Ajram penyanyi sexy dari Lebanon ini saat penjurian pakai baju yang nyaris memperlihatkan puting dadanya saking rendahnya belahan bajunya. Padahal itu acara dilihat oleh jutaan orang Arab. Dulu Agnes Monica pernah tampil sexy saat jadi juri Indonesian Idol dan belahan dadanya sedikit terlihat tapi tidak separah Nancy Ajram. Busana Nancy itu sempat menjadi sorotan berbagai media massa di Arab.
Seandainya X Factor Indonesia didalangi zionis Yahudi, kenapa ketua Majelis Ulama Indonesia tidak mengeluarkan fatwa haram bagi muslimah untuk mengikuti acara itu? Bahkan sebaliknya ketua MUI mengirim surat pada Fatin yang isinya mendukung Fatin diacara itu.
Sebaiknya jangan terlalu mudah menuduh konspirasi zionis, kita lihat sisi positifnya saja, apa yang diraih Fatin ini bisa jadi sumber inspirasi bagi remaja putri untuk berkarya dan meraih mimpi tanpa harus mengobral aurat. Seperti kita ketahui dunia musik dan hiburan sarat dengan penampilan yang sexy dan vulgar. Setidaknya Fatin bisa memberi contoh bahwa tidak perlu sexy dan ngumbar aurat untuk bisa terkenal didunia hiburan. Apalagi Fatin pernah beberapa kali ikut lomba MTQ hal itu semakin membuat banyak orang kagum karena Fatin tak hanya bisa menyanyi juga jago mengaji. Dan fasih mengaji al Quran adalah suatu hal yang jarang dikuasai oleh anak-anak muda sekarang terutama yang hidup di kota besar.











Antara Fatin, Darin dan Yasmin

1370002182714376877
Ilustrasi, Katrina Kaif. Sumber foto, Katrinakaif-wallpapers.com


Mira dan Yasmin, dua wanita berusia 30an itu tampak asyik menonton X Factor di TV, sesekali Yasmin mengirim sms untuk mendukung gadis manis berusia 16 tahun yang namanya mulai tenar dijagat hiburan Indonesia.
"Aku salut sama Fatin" kata Yasmin
"Kenapa gitu?" tanya Mira
"Umur 16 tahun udah meraih sesuatu yang sangat aku impikan waktu seumur dia. Ingat ngga dulu aku pengen banget jadi penyanyi atau model terkenal... Padahal penampilan Fatin sederhana, kalau dipikir-pikir aku kurang apa coba dibandingin Fatin?? Tapi koq ngga ngetop-ngetop yaa..." kata Yasmin.
"Kurang hoki kali...tapi kan kamu udah kaya sekarang lebih dari Fatin, mau nyari apalagi?" tanya Mira.
"Bedalah, Fatin kaya dengan jalan yang benar kalau aku kaya dengan jalan yang salah...Kadang kalau hati nuraniku lagi terusik, aku suka merenung apalah artinya hidup bergelimang harta haram..." Yasmin berkata pelan
"Harta haram, maksudnya???" Mira nampak bingung
Yasmin menghela napas panjang, wajahnya tampak sedih, "Kamu tahu berita tentang Darin?"
"Oh yang digosipin jadi istri muda petinggi partai itu?" Kata Mira
"Iya, aku juga pernah punya affair sama pejabat..." kata Yasmin lirih...
"Haah... beneran?? Kamu engga bercanda niih??" Tanya Mira dengan nada tinggi
"Engga Mir, swear!!.dan yang lebih parah aku engga pernah dinikahi, cuma dijadiin simpenan doang..." usai berkata itu tiba-tiba Yasmin menangis. Mirapun memeluk dan mencoba menenangkan Yasmin walaupun dia sangat terkejut dengan pengakuan sahabatnya itu.
Beberapa menit berlalu tanpa sepatah katapun terucap, keduanya bagai terlarut dalam emosi.... Sejenak Mira menerawang ke masa 15 tahun lalu tepatnya tahun 1998. Saat mereka masih berusia 16 tahun, dulu Yasmin adalah kembang SMA, wajahnya cantik dan unik karena ada perpaduan antara Ayah Pakistan dan ibu Sunda. Tak hanya cantik, tubuh Yasmin tinggi sekitar 170cm, dada besar,rambut hitam panjang, mata belo berwarna coklat yang indah dan bibir tebal menawan, badannya Sexy baget, pokoknya Yasmin bagaikan Diva Bollywood.
Tapi kondisi ekonomi Yasmin tak seperti Mira, setelah ayah Yasmin meninggal, kehidupan keluarga Yasmin pas-pasan. Ibu Yasmin harus bekerja banting tulang untuk menghidupi 3 anaknya. Sejak kelas 2 SMA Yasmin dan Mira pisah, Mira pindah ke Eropa bersama keluarganya. Beberapa kali keduanya sempat saling berkirim surat, tapi setelah itu Yasmin menghilang bagaikan ditelan bumi. Mereka tak pernah kontak bertahun-tahun lamanya. Sampai akhirnya Facebook mempertemukan mereka kembali...
Begitu pulang ke Indonesia, Mira sering bertemu Yasmin, hubungan mereka akrab dan erat lagi seperti dulu, jalan bareng, curhat dan saling mengunjungi. Hingga suatu hari Yasmin datang kerumah Mira, kebetulan suami dan anak-anak Mira lagi pergi jadi mereka berdua bebas ngobrol ngalor ngidul hingga akhirnya Yasmin curhat tentang masa lalunya yang kelam...

13700043821966416796
Ilustrasi, Richard Gere dan Julia Roberts di Film Pretty woman. foto chacha.com


"Kamu masih ingat waktu ngantar aku audisi di agensi yang kantornya deket SMA kita, yang nyari calon penyanyi dan model?" Tanya Yasmin memecah kesunyian
"Oh iya, tapi kan kamu engga dapat panggilan lagi." Kata Mira, dia ingat Sejak di SMP Yasmin sering ikut audisi dan lomba nyanyi atau model tapi semua itu belum mampu melambungkan namanya.
"Sebenarnya aku dapat panggilan, tapi lama banget 2 bulan kemudian... aku dah ngga minat saat itu karena aku lagi jatuh cinta jadi lupa segalanya..." kenang Yasmin
"Jatuh cinta ama siapa?" tanya Mira
"Ingat ngga dulu dikantor agensi itu, ada cewek nyamperin aku ngasih kartu nama. Katanya dia punya event organizer plus pencari bakat yang suka ngorbitin artis, namanya Teh Emi?"
"Wah lupa lagi, emang kenapa?" Kening Mira berkerut mencoba mengingatnya
"Engga lama setelah kamu pergi ke Eropa, aku ditelpon Teh Emi ngajak ketemuan. Dia cerita macam-macam deh tentang dunia entertainment, dia kenal pejabat, bos-bos majalah, TV, wah banyak deh. Malah dia ngajak aku nemui seorang pejabat. Kata Teh Emi , bapak itu punya jabatan tinggi di partai besar, termasuk kroni ex penguasa negri ini dan punya pengaruh kuat di Jabar. Dulu aku sempat nolak, abis engga PD ketemu pejabat. Tapi Teh Emi pinter banget ngerayuku, dia ngeyakini aku kalau ingin terkenal mesti nemui bapak ini. Dia bisa bantu aku ngeraih mimpiku, karena duitnya segudang katanya" Yasmin menghela napas sejenak dan melanjutkan ceritanya,
"2 minggu kemudian aku dan bu Emi ketemu Bapak itu direstoran mahal. Waktu aku ketemu Pak Ridwan, aku deg degan juga. Umurnya 52 tapi cakep lho, awet muda kayak umur 40an deeh, dia masih keturunan Arab, hidung mancung, kulit putih, badannya ideal. Aku nyaris engga percaya... waktu belum ketemu, aku ngebayangin bakal nemuin bapak tua, gendut, jelek tapi ini benar-benar diluar dugaanku. Saat itu aku merasa ada seberkas cahaya yang bakal nerangin hidupku."
"Duuh kayak lagunya Nike Ardilla aja, seberkas sinar." Potong Mira, Yasminpun tersenyum
"Beneran koq, dia sempat jadi sinar dalam hidupku walau akhirnya sinar itu padam... Sejak pertemuan itu, Pak Ridwan sering telpon aku. Kami sering jalan, dia sering ngasih kado, apa aja yang aku mau dia kasih, perhiasan,HP, jam tangan, beli barang-barang bermerk, waah pokonya saat itu aku bener-bener ngerasa seperti Julia Roberts di film Pretty Woman. Aku engga peduli dia 36 tahun lebih tua, aku engga peduli dia udah punya istri malahan saking cintanya aku sama dia sampai aku rela kehilangan virginity sama dia!!" Kata Yasmin sambil berlinang air mata
"Hah, dah punya istri, emang mama kamu setuju?" potong Mira
"Mama nentang hubungan kami, tapi aku bandel akhirnya Mama nyerah juga lihat perasaan cintaku ke Ayah, oh ya aku panggil pak Ridwan Ayah. Malah Mama nyuruh aku nikah tapi waktu itu aku malu kalau nikah muda jadi aku nikmati saja hubungan bebas ini. Buat ngebeli hati Mama, Ayah support keluarga kami, tiap bulan ayah kasih uang yang jauh lebih gede dari gaji Mama. Rumah kami yang jelek itu direnovasi buat Mama dan adik-adiku tapi aku pindah ke rumah baru yang dibeliin ayah sekalian ngehindari gosip tetangga dirumah lama. Aku dikasih mobil, diajak jalan jalan ke luar negri, pokoknya ayah manjain aku banget deh."
"Tapi udah 2 tahun pacaran, ayah mulai berubah. Kami jarang ketemu, jarang nelpon kalau kutelpon engga pernah dijawab, alasannya sibuk dan istrinya curiga jadi harus jaga jarak dulu. Hingga suatu saat Ayah datang, dia mutusin hubungan kami karena istrinya tahu dan ngancam ayah, oh ya istri ayah anak pejabat besar lho. Makanya ayah agak tunduk sama dia. Ayah juga bilang engga bisa ngasih uang bulanan lagi. Kami bertengkar hebat tapi ayah tetap pergi ninggalin aku yang terluka."
"Kamu engga hamil ?" Tanya Mira
Yasmin terdiam sejenak," Engga Mir, ayah udah disteril... Sejak ayah ninggalin aku, hidupku berubah total. Aku frustrasi, aku jadi suka dugem, mabok, kuliahku sempat berantakan. Pokoknya hidupku ngga keruan. Dulu aku miskin lalu ketemu ayah yang ngenalin aku gaya hidup kelas atas, tiba-tiba ayah ninggalin aku begitu aja... aku patah hati, bingung, panik karena aku ngga sudi balik lagi jadi miskin!!"
"Sampai suatu saat aku ketemu Teh Emi lagi. Aku jadi dekat dan sering jalan sama Teh Emi, lama-lama aku tahu kalau Teh Emi ini selain punya EO, dia juga suka cari cewek anak SMA, mahasiswi, artis, buat pesanan pejabat, pengusaha atau siapapun yang berani bayar sangat mahal karena teh Emi ini Mamih high class. Ada yang short term ada yang dijadiin simpenan.. Karena aku pernah beberapa kali jadi cover majalah dan sempet ngeluarin album, biarpun jeblok tapi dengan status artis dan mahasiswi, mudah banget buatku nyari Boss yang tergila-gila padaku."
"Sebenarnya dari dulu juga udah banyak anak SMA pacaran sama Boss. Tapi sebagian besar skandal masih bisa ditutupi dengan rapih. Pers dulu ngga kayak sekarang. Kamu tahu ngga dulu awal tahun 2000an, penyanyi sexy yang umur 18 tahun dah tenar? Dia itu dari umur 16 tahun udah dipiara ama produser lho, Terus ada penyanyi lain seangkatan dia, berapa kali bikin album jeblog terus tapi rumahnya harga milyaran, gaulnya ama sosialita mulu eh ternyata dia itu dari umur 18 udah jadi simpenan pengusaha negri jiran.." Yasmin terus bercerita sambil menyebut beberapa nama lagi...
Mira tampak terkesima dengan cerita Yasmin hingga tak mampu berkata-kata, melihat sahabatnya bengong Yasmin bicara lagi, "Begitulah kehidupanku Mir, aku bagaikan piala bergilir. Aku bergelimang uang karena tarifku sangat mahal. Tapi aku lebih suka short term daripada jadi simpenan atau istri kedua. Aku sering ke Singapore atau negara lain hanya untuk ngelayani pejabat VVIP biar skandal kami engga tercium media..."
"Kenapa engga berhenti, mulai cari suami dan punya anak udah kepala 3 lho?" Tanya Mira
"Aku dah berusaha tapi belum nemu yang tulus mencintai aku dan mau nerima aku apa adanya.."
Tiba-tiba HP Yasmin berdering, diapun pergi ke teras dan asyik mengobrol meninggalkan Mira yang melongo seorang diri seolah masih sulit mencerna apa yang didengar dari sahabatnya. Ada rasa kasihan, sedih bahkan jijik membaur dihatinya. Padahal diusianya yang 31 Yasmin masih sangat cantik dan sexy. Tapi kenapa hidupnya seperti ini? Apa yang dia cari???
"Mir, Sorry banget aku engga jadi nginap dirumahmu aku ngedadak harus nemui seseorang. Kamu ngga marah kaan? Nanti aku sambung lagi ceritanya yaa, pokoknya aku mau curhat ama kamu!!"
"Emang siapa sih yang nelpon?" tanya Mira
"Sorry yang ini rahasia, Mir. Cukup aku aja yang tahu. Pokoknya ikan paus euy, aku mau dibeliin Ferrari lho..," kata Yasmin sambil membedaki wajahnya, setelah cipika cipiki diapun bergegas meninggalkan Mira yang masih bengong dengan cerita sahabatnya itu...