Friday, May 31, 2013

Grogi dan Lupa Lirik Tapi Menarik Simpatik dan Standing Ovation Penonton

1368529347169650702
Fatin foto facebook.com dan Malaki Paul foto telegraph.co.uk"

Berita tentang Fatin lupa lirik ini begitu heboh, hingga saya penasaran untuk lihat videonya di Youtube. Setelah nonton video Fatin saya jadi teringat penampilan seorang bocah pria 9 tahun bersuara emas, Malaki Paul yang ikut acara Britain's Got Talent tahun 2012 lalu. Saat itu Malaki nyanyi lagu Beyonce, Listen. Pada menit pertama, para penonton sebenarnya sudah terpukau oleh bakat dan suara bening Malaki. Tapi tiba-tiba dia berhenti dan menangis sehingga ibunya harus berlari memeluk dan menenangkannya dan acara dihentikan sejenak. Menurut sang ibu, Malaki sangat gugup sehingga dia engga sanggup nyanyi dan lupa lirik. Setelah dia tenang dan percaya diri dia mengulang lagi lagu itu dengan penghayatan luar biasa sehingga diakhir lagu 3 juri dan sebagian besar penonton melakukan standing ovation.

Memang kasus Fatin agak beda, Malaki nyanyi saat audisi jadi dia boleh mengulang dari awal sementara Fatin lupa lirik di ajang 3 besar. Tapi keduanya memiliki kesamaan,
1. Pada saat gugup dan lupa lirik Fatin dan Malaki menunjukan keluguan mereka sebagai penyanyi muda yang minim pengalaman karena baru pertama ikut ajang cari bakat hal itu terlihat karena tangisan mereka sehingga para penonton simpatik dan memahami kesalahan itu. Beda dengan Malaki, saat Fatin lupa lirik Rosalah yang berperan bagai 'ibunya' Fatin untuk memeluk dan menenangkan Fatin.

2. Fatin dan Malaki sudah merebut hati para juri dan penonton pada saat audisi. Jika pada saat audisi seorang kontestan sudah memukau begitu banyak orang maka langkah selanjutnya akan semakin mulus walaupun mungkin penampilan selanjutnya engga seperti kesan pertama yang ditimbulkan.

Penampilan Malaki dibabak selanjutnya juga engga sedahsyat saat audisi dan dia gagal meraih juara 1 tapi video audisinya dilihat lebih dari 25 juta klik melebihi popularitas juara 1 dan para kontestan lainnya, begitu juga Fatin video audisi dia saat menyanyikan lagu Grenade dilihat lebih dari 3 juta klik jauh lebih banyak penontonnya daripada lagu-lagu dia yang lain.

Ada yang mencibir bahwa ajang cari bakat ini terlalu didramatisir untuk menaikan popularitas penyanyi demi menarik simpatik penonton tapi engga semua bisa direkayasa dari awal, ada hal-hal spontan yang terjadi begitu saja diluar dugaan contohnya kasus Malaki dan Fatin ini sama sekali engga ada unsur rekayasa. Inilah yang membuat acara ajang cari bakat banyak disukai karena ada hal-hal yang menyentuh hati kita sehingga tanpa sadar ada yang terbawa suasana dan ikut meneteskan air mata melihat 'drama' yang terjadi didepan mata. Kita akan selalu terpesona oleh bakat-bakat baru, drama dan kejutan yang ditampilkan para kontestan di acara ajang cari bakat.

Tapi dari beberapa ajang cari bakat yang saya ikuti tiap tahun, kesan pertama saat audisi itu sangat penting. Begitu seorang kontestan berhasil menyuguhkan 'drama' yang memukau, sukses menaklukan hati juri dan para penonton saat audisi pertama maka popularitas seolah sudah dalam genggaman karena itu kesalahan apapun yang dilakukan diatas panggung nampaknya masih bisa ditolerir bahkan seandainya si 'pencuri' hati saat audisi ini gagal jadi juara 1, tetap saja popularitas dia melesat jauh melebihi kontestan lainnya.
Dibawah ini video Malika yang menyentuh hati saat menyanyikan lagu Listen dengan penghayatan yang luar biasa: